Setelah 22 Kali 365 Hari

image

Kemarin, tepat kemarin, saya baru saja melewati fase umur yang baru. Sudah 2 tahun semenjak melompati angka 20 tahun. Dan itu berarti sudah 22 kali 365 hari saya lewati di dunia. Ada banyak hal terlewati, banyak pengalaman dari yang paling menyenangkan sampai yang paling sakit jiwa. Tapi tak mengapa, saya menyukai semuanya, masing-masingnya. Bahkan mungkin kisah-kisah sedih yang belakangan ini saya syukuri.

Saya tidak tahu harus memberikan sambutan apa untuk umur 22. Tapi yang jelas, saya masih rindu pada masa kecil. Masa di mana ada banyak kue dan kado di hari ulang tahun. Zona nyaman, semua orang lebih menyukai zona nyaman. Tapi waktu sudah berjalan demikian cepatnya, hingga zona nyaman saya harus tertinggal di belakang, berganti dengan zona yang lebih mendewasakan.

Kemudian apalagi yang hendak saya cari? Saya sendiri tidak tahu, tidak pernah memikirkannya. Saya hanya ingin begini, hidup setiap hari, menjalaninya pelan-pelan saja. Sambil sesekali menikmati hidup dengan mencoba hal-hal baru. Mencoba apa yang sebelumnya tak pernah saya coba. Sesuatu yang waras, hingga sesuatu yang sakit jiwa. Saya tidak tahu apa itu, kita lihat saja. Bukankah hidup adalah sebuah kejutan maha dahsyat? Hahaha.

Dan, sepertinya, saya ingin mencoba naik gunung.

Seorang teman bilang, naik gunung bukan sesuatu yang harus dicoba-coba. Tapi saya tak ingin jadi manusia sok berani. Saya tidak bisa menjamin saya mampu, maka saya menyelipkan kata ‘coba’ di depan ‘ingin’.ย  Semoga suatu hari bisa. Saya hanya butuh piknik lebih banyak. Agar tetap waras, di tengah kegilaan yang ada.

Demikian.

Selamat datang di umur 22 tahun, anak manja.

Untitled

(Visited 34 times, 1 visits today)

Silakan baca juga...

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *