image

Saya pikir, selama ini saya sering bertemu dengan orang-orang yang terlalu banyak bicara. Atau tepatnya, terlalu banyak komentar. Mengomentari saya harus begini dan begitu. Hidup saya begini dan begitu. Blablabla.

Lalu saya berpikir, saya bisa edan kalau menampung semua ocehan tak penting itu. Dan saya memutuskan untuk menjalani hidup dengan lebih santai.

Sederhana.
Tertawakan sajalah.

Jika ada yang bilang kamu gendut, tapi dia bahkan jauh lebih gendut, tertawakan saja.
Jika ada yang bilang kamu jelek, padahal dia gak cantik juga, tertawakan.
Jika ada yang menghina fisikmu di balik kedok ‘gue kan becanda’, padahal body dia nggak se-wah body Putri Indonesia, tertawakan, lalu ‘becandain’ balik kalau moodmu lagi bagus.
Jika ada yang bilang nyanyianmu jelek, padahal suara dia kayak tikus kejepit pintu, ya sudahlah, tertawa yang kencang.
Bahkan jika ada yang bilang kamu ganjen padahal dia lebih centil, tertawakan saja.

Karena tiap orang butuh hiburan untuk menghibur dirinya yang tak sempurna. Menurut saya, begitulah cara sebagian besar orang menghibur diri, tak mau menganggap orang lain lebih baik.
Tertawakan saja.
Belajar santai.

Bersikaplah seperti seorang Ibu Negara. Anggun dan ogah melayani komentar-komentar sampah. Apapun kata orang, kamu toh harus terus menjalani hidupmu. Yang tahu tentang hidupmu adalah kamu sendiri. Bukan mereka.

Karena hidup sudah terlalu berat, dan akan lebih berat lagi jika masih harus menampung sampah-sampah itu.

😛

Posted from WordPress for Android

(Visited 107 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *