image

Tadi baru mampir ke Gramedia Puri Indah, kemudian melihat beberapa buku diobral dengan harga miring. Karena iseng dan nggak lagi buru-buru, saya menyempatkan diri untuk melihat-lihat. Di antara tumpukan buku itu, saya menemukan sebuah novel lawas yang beberapa kali katanya dicetak lagi. Badala Si Roy, judulnya.

Beberapa kali memang saya pernah mendengar tentang novel ini. Bahkan saya mengenal beberapa orang yang ngefans berat sama BSR, tapi entah kenapa baru sekarang saya tertarik membacanya.

Jadi, kemudian saya beli novel itu. Walau hanya ada 1 dari total 5 buku. Tapi saya pikir, tipe pembaca yang pembosan seperti saya memang harusnya membaca satu buku dulu saja, dan saya berencana, jika buku pertama berhasil membuat saya tertarik, maka saya akan membeli buku berikutnya, atau bahkan booksetnya.

Well, sejauh yang saya baca, novel ini memang ringan sekali, novel remaja biasa. Kisah anak sekolahan. Semacam teenlit dengan gaya lebih elegan. Mengapa elegan? Karena menurut saya Balada si Roy lebih kuat dalam segala hal ketimbang buku remaja lain di pasaran.

Karakter Roy seakan hidup, dan settingnya pun menarik. Serang, Banten yang letaknya 91 km di sebelah barat Jakarta. Kota kecil itu tak pernah saya kenal secara detail, walau sebagai penghuni ibukota, beberapa kali saya dan teman-temn menghabiskan waktu liburan di Anyer (yang masih daerah Banten, tapi menurut teman saya masih jauh dari Serang).

Membaca Balada si Roy membuat saya merasa bahwa settingnya pun hidup. Saya seakan dibawa ke sana, melihat apa yang ada di sana di zaman Roy masih remaja. Karena cerita ini pertama booming tahun 1989, dan itu berarti kondisinya sudah beda jauh dengan Banten yang sekarang.

Sisanya akan saya lanjutkan di blog buku saja, nggak enak kalau semua review saya spoiler di sini 😛

Posted from WordPress for Android

(Visited 34 times, 1 visits today)

2 Thoughts to “#NulisRandom2015 – Membaca Novel Beda Zaman”

  1. Sekarang lagi candu baca novel klasik, emang kayaknya kerasa lebih hidup dan asyik. Dan pastinya jadi sering ke obral Gramed kek gini sama ke toko buku loak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *