Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.

(Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)

Presiden Soekarno telah mengingatkan rakyatnya 50 tahun silam untuk tidak melupakan sejarah. Dengan sejarah, kita dapat berkaca, memelihara kebaikan yang telah ada dan memperbaiki apa yang terlewatkan. Indonesia yang telah berusia 81 tahun dan kota Jakarta dengan usianya yang telah mencapai 489 tahun menyimpan banyak jejak sejarah yang menarik untuk dipelajari. Tempat yang paling tepat untuk mempelajarinya adalah museum.

Saat ini di Jakarta ada sedikitnya 66 museum dan 100 galeri. Komunitas yang berfokus pada sosialisasi  sejarah pun sudah banyak bermunculan seperti Masyarakat Historia Indonesia atau Komunitas Jelajah Budaya yang menyediakan paket perjalanan wisata museum untuk umum.  Sudah saatnya bagi warga Jakarta untuk lebih sering mengunjungi museum agar kebanggaan menjadi bangsa yang  besar tetap terpelihara di hati setiap warganegara Indonesia. Berikut ini beberapa museum yang mendapatkan kategori terbaik yang bisa menjadi alternatif keluarga berakhir pekan sekaligus berwisata sejarah:

1. Monumen Nasional (MONAS)

Monumen Nasional telah menjadi monumen kebanggaan warga Jakarta. Tak lengkap rasanya ke Jakarta jika tidak menyinggahi Monumen Nasional. Monumen yang berada di Lapangan Monas, Jakarta Pusat dengan tinggi 132 meter ini dibangun pada tahun 1961 dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Pada awalnya, monumen ini dibangun untuk menghormati jasa-jasa pahlawan dalam mengusir penjajah berdasarkan instruksi Presiden Soekarno dengan penambahan diorama pada museum sejarah.

Monumen Nasional terdiri atas beberapa bagian yaitu Pintu Gerbang Utama, Ruang Museum Sejarah, Ruang Kemerdekaan, Pelataran Cawan, Puncak Tugu, Api Kemerdekaan serta Badan Tugu. Seluruh ukuran yang terdapat dalam Tugu Monas telah disesuaikan dengan angka hari kemerdekaan bangsa Indonesia yaitu tanggal 17-08-1945.

Museum ini memberikan edukasi sejarah bangsa Indonesia yang tertuang dalam diorama di ruang museum sejarah. Pada keempat sisi museum terdapat 12 diorama (jendela peragaan) yang menampilkan sejarah Indonesia dari jaman kerajaan hingga peristiwa G30SPKI. Selain itu di cawan tugu Monas terdapat ruang kemerdekaan yang berbentuk amphiteater. Ruang kemerdekaan memberikan gambaran kepulauan Indonesia dalam bentuk atribut peta, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertuliskan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Replika teks proklamasi dan rekaman suara Presiden Sukarno saat membaca teks proklamasi menjadi pusat perhatian para pengunjung Tugu Monas. Di pelataran puncak pengunjung disuguhkan pemandangan kota Jakarta dari ketinggian 115 meter. Tersedia teropong yang bisa digunakan untuk umum. Atraksi perpaduan laser multiwarna tiga dimensi yang membuat Tugu Monas bisa berubah warna menambah cantik Tugu Monas di malam hari.

Lokasi Monas berada di tempat yang strategis di ibukota Jakarta dengan dikelilingi masjid dan gereja, pasar dan istana mengambil konsep penataan kota zaman kerajaan Jawa. Gedung perkantoran, pusat perbelanjaan bahkan hotel berbintang kini telah memadati area di sekitar Monas. Anda bisa lihat betapa banyaknya hotel di sekitar Monas Jakarta di sini.

Lapangan yang mengelilingi area Tugu Monas dahulunya bernama Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka dan kini menjadi Lapangan Monas telah nampak indah dengan penataan taman yang asri. Penataan ini juga meliputi ke pedagang kuliner di mana kesan kumuh yang dahulu menjadi momok bagi pengunjung Tugu Monas telah berganti dengan kebersihan dan pelayanan yang baik. Di kawasan taman juga disediakan area untuk berolahraga seperti joging track, refleksi dan area bermain anak yang dipadati pengunjung pada pagi akhir pekan ataupun hari libur nasional.

Gambar dari sini
Gambar dari sini

2. Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahilah

Museum ini merupakan museum yang populer bagi warga Jabodetabek. Setiap akhir pekan banyak warga yang mengunjungi kawasan museum ini untuk mengunjungi museum atau sekedar berjalan-jalan di seputar museum yang telah menjadi area wisata yang menarik. Museum ini berada di jalan Taman Fatahilah No. 1 Jakarta Barat dengan luas yang mencapai 1.300 meter persegi.

Gedung yang merupakan Balaikota pada zaman Belanda menyimpan banyak peninggalan sejarah yang terkait dengan keberadaan kota Jakarta. Beberapa ruang tempat menyimpan peninggalan sejarah tersebut antara lain ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Sultan Agung, Ruang Fatahilah, dan ruang M. H. Thamrin.

gbr3

Museum Fatahilah terdiri atas dua lantai dengan ruang bawah tanah dengan peninggalan barang sejarah seperti :

  1. Lantai atas: Lantai ini menjadi tempat penyimpanan berbagai perabot peninggalan belanda mulai dari tempat tidur dan lukisan-lukisan hingga lemari yang sangat besar. Di sini juga terdapat sebuah jendela yang konon menjadi tempat Gubernur Jenderal Belanda untuk menyaksikan hukuman mati.
  2. Lantai bawah: Di lantai ini terdapat berbagai barang peninggalan VOC seperti patung, keramik barang kerajinan seperti prasasti, gerabah dan batuan peninggalan arkeolog. Juga terdapat barang-barang peninggalan kerajinan asli Betawi seperti dapur khas Betawi tempo dulu.
  3. Ruang bawah tanah: Ruang ini menjadi tempat penyiksaan dan penahanan para tahanan sebelum dihukum mati. Terdiri dari 5 ruangan yang sempit dan pengap dengan sisa-sisa bandul besi yang berat yang dahulunya digunakan untuk mengikat kaki para tahanan yang umumnya warga pribumi.

Museum Fatahilah kini makin dipercantik dengan penataan taman di sekitar museum. Pelataran museum dijadikan area seni bagi patung-patung hidup dengan berbagai kostum, mulai kostum noni belanda, hantu hingga kostum pahlawan hadir untuk memberikan kenangan foto yang berbeda. Sepeda-sepeda tua hias dengan lampu juga tersedia bagi anda yang ingin sekedar mengelilingi area museum.

Tertarik berkeliling Jakarta? 🙂 Yuk!

(Visited 85 times, 1 visits today)

2 Thoughts to “Jakarta dan Sejarah”

  1. museum fatahillah sama monas emang favorit banget sih. kalau area kota tua itu favorit buat yang mau ngumpul2 sama temen tapi pingin merasakan sensasi sejarah jakarta. satu lagi yang tak boleh dilewatkan dari jakarta itu.. pulau seribu. pula onrust juga bisa sebagai wisata sejarah th

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *