Photo credit: Pexels

Dalam kehidupan di kota besar, anak-anak muda rata-rata menjelma menjadi generasi yang sangat konsumtif. Persen penghasilan rutin lebih banyak mereka gunakan untuk memenuhi keinginan sehari-hari dan pada akhirnya selalu kehilangan kesempatan untuk menyimpan sebagian penghasilan dalam bentuk investasi. Padahal, investasi cukup penting untuk mengkaver hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Jika ditilik dari tingkat penghasilan para pekerja usia muda kelas menengah hingga atas di kota besar khususnya Jakarta, dengan pengelolaan yang baik seharusnya rata-rata dari mereka sudah memiliki properti sendiri. Namun, kenyataannya berbanding terbalik. Sebab, sebuah polling yang diadakan tahun 2015 lalu membuktikan bahwa lebih dari 45% responden masih berada di bawah naungan orangtua mereka.

Membedakan keinginan dan kebutuhan

Hal yang mungkin paling sulit dilakukan anak muda adalah menolak godaan untuk membeli barang yang sebenarnya belum tentu mereka butuhkan. Sulit sekali membedakan, apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya berupa keinginan sesaat. Para pekerja muda –terlebih yang memiliki gaji tetap tiap bulannya, kerap kali berpikir bahwa lebih baik menyesal karena membeli ketimbang kepikiran karena tidak membeli barang yang tampak menarik di etalase toko. Paham inilah yang kemudian membuat anak muda menjadi generasi konsumtif dan biasa mempergunakan penghasilannya dengan gegabah.

Selain itu, beberapa hal sehari-hari juga kerap menjadi penyebab lenyapnya penghasilan bulanan sehingga tak ada lagi celah untuk berinvestasi, seperti biaya traveling yang cukup besar, biaya makan, hangout, dan lain sebagainya. Biaya-biaya ini sebenarnya bisa ditekan, jika seseorang memang menginginkan investasi yang baik ke depannya.

Kesadaran berinvestasi. Mengapa?

Jawabannya sederhana, sebab segalanya tidak mungkin terus baik-baik saja. Poin utama dari berinvestasi adalah agar kita masih bisa tetap hidup dan punya dana cadangan ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bisa juga dianggap sebagai dana untuk berjaga-jaga. Mungkin masih banyak juga anak muda yang berpikir bahwa investasi bisa dilakukan nanti, sebab sekarang –selagi mereka muda dan baru terjun ke dalam dunia kerja, masih butuh waktu untuk menyenangkan diri sendiri dan menghamburkan uang. Padahal, kebiasaan yang seperti itulah yang bisa membuat diri sendiri menjadi terlena dan lupa bahwa investasi penting.

Photo Credit: Pexels
Photo Credit: Pexels

Investasi harus dimulai dalam jumlah besar! Kata siapa, sih?

Sebagian di antara anak muda kota besar juga mungkin pernah berpikir bahwa investasi baru bisa dimulai jika mereka sudah berhasil mengumpulkan uang dalam jumlah besar. Kenyataannya, ada banyak juga jenis investasi yang bisa dimulai dengan dana kecil, dan yang penting adalah konsisten untuk menyisihkan sebagian penghasilan untuk disimpan dan dikelola dengan baik. Investasi berupa tabungan emas misalnya, bisa dimulai dengan biaya lima ribu Rupiah saja. Pembelian saham pun tidak harus mengeluarkan puluhan juta untuk sekali transaksi.

Opsi lainnya: mencoba membeli paket asuransi

Selain menabung dan berinvestasi dalam bentuk dana maupun logam mulia, pembelian paket asuransi juga bisa dijadikan opsi menarik. Karena asuransi itu nggak hanya buat orang tua atau mereka yang sudah mapan banget, lho! Kita-kita yang muda juga sebenarnya butuh asuransi, tentu saja paketnya disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari. Pekerja muda dan single pastinya tidak mungkin membeli asuransi pendidikan anak, sebab belum ada kepentingan untuk menyekolahkan anak dalam beberapa tahun ke depan.

Biasanya asuransi, termasuk di Sinarmas MSIG Life, sudah dikelompokkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing kalangan. Misalnya, saya ikutan asuransi mikro SiPeci yang mengkaver masalah kecelakaan, sebab saya termasuk orang yang sering keluar dan ke mana-mana, baik untuk kerja, maupun sekadar jalan-jalan. Kebutuhan seseorang akan asuransi pastinya bisa terus berkembang seiring dengan waktu dan kehidupannya masing-masing. Jika nanti saya menikah dan punya anak, tentu saya perlu asuransi untuk pendidikan anak, agar masa depan keluarga lebih terjamin.

Pada akhirnya, apa pun bentuk investasi yang kita lakukan sejak dini, tak akan pernah ada yang sia-sia. Baik asuransi maupun investasi tabungan logam mulia, saham, properti, semuanya pasti akan kita rasakan manfaatnya nanti. Mungkin tidak dalam jangka pendek, tapi dalam jangka panjang. Dan bukankah hidup sangat memerlukan perencanaan jangka panjang? Sebab kita yang muda ini pun tak selamanya muda, lho. Makanya perlu perencanaan dari sekarang agar tidak kelimpungan di masa tua nanti!

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, atur uangmu!

(Visited 151 times, 1 visits today)

6 Thoughts to “Tingkat Keborosan Anak Muda Kota Besar, Kesadaran dalam Investasi, dan Mengapa Asuransi Bisa Menjadi Hal yang Penting”

    1. itu menggoda sih, mbok. keuntungannya adalah, ngambilnya susah, harus ke pegadaian langsung dan suka mager. tapi itu sekaligus jadi kekurangan, karena selain ngambilnya susah, nyetornya juga harus ke sana. Cuma, belakangan ada kabar baru bahwa nyetor udah bisa transfer bank kok. 😛

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *