Uncategorized

Teror Awal

Keluargamu masih dalam suasana duka. Kamu sendiri masih belum menemukan kemajuan dari kasus yang diselidiki kepolisian. Tiba-tiba, sebuah paket dikirimkan ke rumahmu. Di kotak paket itu tertera nama lengkapmu dengan huruf kapital. Kamu tidak pernah merasa memesan barang apapun, dan tidak merasa bahwa akan ada yang mengirimkan paket untukmu. Anehnya, kamu malah semakin penasaran kemudian… Read More Teror Awal

Uncategorized

Masih Menunggu…

Sahabatmu berkata, sebaiknya kamu sabar dan menunggu informasi dari orang-orang yang kamu percaya. Dengan kata lain, ia menyuruh menunggu kabar dari abangmu atau para pengawal. Tapi kamu tidak tahu selama apa kamu harus menunggu. Era, seorang teman masa kecilmu juga meyakinkan hal yang sama, walau kamu tidak yakin sama sekali. Namun kamu percaya bahwa saran… Read More Masih Menunggu…

Uncategorized

“Aku ikut!”

Kamu mengikuti Dimas walau ia melarangmu keluar dari ruang pesta. Kamu masih sanggup mengejar dan menemukannya, karena ternyata ia dan para pengawal ada di lobby hotel seperti dugaanmu. Namun kehebohan di lobby membuat pandanganmu mengabur. Sesosok tubuh bersimbah darah tergeletak di depan pintu masuk hotel, orang-orang mengerumuninya sambil menggeleng prihatin atau berpandangan dengan bingung. Kamu… Read More “Aku ikut!”

Uncategorized

Aku Menunggu..

Kamu menunggu lama sekali, para tamu memandangimu dengan pandangan khawatir bercampur bingung. Ibumu sudah diamankan beberapa orang, namun belum terbangun dari pingsannya. Sekeliling ruangan tampak berputar, kamu merasa pusing dan ingin segera tahu apa yang terjadi. Kamu memutuskan menghubungi Dimas namun ia tidak menjawab ponselnya sama sekali. Kamu mendesak asisten ayahmu untuk mengatakan apa yang… Read More Aku Menunggu..

Uncategorized

Tentu Akan Mengikutinya Segera…

Semuanya berjalan begitu cepat. Kamu hendak mengikuti ayahmu, tapi seseorang menahanmu, menyuruhmu kembali masuk ke dalam ruangan karena acara berikutnya akan segera dimulai dan kamu harus mewakili ayahmu untuk menyambut tamu-tamu malam itu. Kamu ingin membantah, tapi segan melihat tamu-tamu yang semakin ramai di dalam, jadi kamu mengikuti permintaan tersebut dan masuk ke dalam. Tak… Read More Tentu Akan Mengikutinya Segera…