Semuanya berjalan begitu cepat. Kamu hendak mengikuti ayahmu, tapi seseorang menahanmu, menyuruhmu kembali masuk ke dalam ruangan karena acara berikutnya akan segera dimulai dan kamu harus mewakili ayahmu untuk menyambut tamu-tamu malam itu. Kamu ingin membantah, tapi segan melihat tamu-tamu yang semakin ramai di dalam, jadi kamu mengikuti permintaan tersebut dan masuk ke dalam.

Tak lama setelahnya, ruangan yang tadinya riuh dengan tawa berubah hening seketika. Beberapa pengawal keluargamu menerobos masuk dengan wajah pucat, mengabarkan bahwa sesuatu telah terjadi. Dimas Rahardja –abangmu, tampak serius dan agak kaget mendengar bisikan salah satu pengawal. Ibumu jatuh pingsan seketika setelah mendengar kabar yang sama. Dimas pergi bersama beberapa orang dengan langkah terburu-buru, dan dengan tegas memerintahkan agar kamu tetap di tempatmu.

Maka kamu akan berkata..

  1. “Iya, aku akan menunggu.” 
  2. “Aku ikut!” 
(Visited 22 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *