Coretan

Perihal Bermimpi

Kadang-kadang, saya berpikir, kita tak perlu tertidur untuk dapat bermimpi.
Sejatinya bermimpi adalah membayangkan hal-hal membahagiakan yang akan kita lakukan atau ingin kita capai.
Namun, kita ternyata tetap perlu tidur untuk membuat sebuah mimpi (yang terlalu nonsens) menjadi lebih nyata.

Misal, seperti saya yang kerap kali melihat ayah datang dalam mimpi.
Padahal ia sudah lama pergi, namun sosoknya selalu lebih nyata di dalam mimpi. Lebih nyata ketimbang foto-fotonya yang saya pajang di kamar tidur.
Saya tidak ingin lupa bagaimana wajahnya, karena itu saya senang bermimpi.

Atau mungkin seperti saya malam ini, yang bermimpi bahwa saya masih baik-baik saja, padahal nyatanya tidak.
Namun tak mengapa.
Sebentar lagi saya akan tidur untuk menjadikan segalanya lebih nyata.


Jakarta, 18 Januari 2014.
(10 hari menjelang peringatan setahun kepergian ayah, diri saya masih belum kembali)

(Visited 23 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *