#KentjanJakarta

#KentjanJakarta 3 –Pecha Kucha Jakarta (Museum Magnified) & Pameran Lukisan Tunggal

Yak, dalam #KentjanJakarta kali ini, akan ada 2 tempat berbeda yang bakal gue bahas. Yang pertama acara Pecha Kucha Jakarta, Museum Magnified yang diadakan di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia – Jakarta, tanggal 11 April lalu. Perjalanan menuju lokasi sempat bikin gue terlunta-lunta *halah* soalnya acaranya malam dan barengan sama jam pulang kerja. Jakarta, jam pulang kerja, di jalanan, sungguh cara yang paling indah untuk menjelma jadi pepes manusia.

Awalnya gue nggak ngeh ini acara apa. Satu-satunya ikutan registrasi adalah karena ada kata ‘museum’-nya. Registrasinya pakai nama sis @bellazoditama dan rikues 2 seat sekaligus. Gue kira acaranya bakal formal, resmi dan harus duduk di dalam dari awal sampai akhir, ternyata nggak.

Museum Magnified, Pecha Kucha Jakarta
Museum Magnified, Pecha Kucha Jakarta

Barangkali inti dari Pecha Kucha Jumat malam lalu itu, adalah agar generasi muda lebih tertarik dan mau mengenal museum. Karena sesuai yang disampaikan salah satu dari sekian banyak perwakilan museum-museum di Jakarta, anak muda kerap menganggap museum sebagai tempat yang seram untuk dikunjungi. Bedalah ya sama mal, yang hingar-bingar dan penuh warna-warni. Halagh.

Tapi walau mungkin 80% anak muda berpikiran demikian, masih ada sisa 20% anak muda yang menyukai sejarah dan suka wara-wiri museum, misalnya kita berdua *tunjuk jidat gue dan jidat @bellazoditama* Muahahaha.

Sekilas saja.. Jadi tujuan kami mengadakan hastag #KentjanJakarta adalah untuk mengunjungi tempat-tempat atau event-event menarik yang ada di Jakarta. Memang sih, kami bukan selebtwit dan nggak tahu ada yang bakal ikut jejak kami pakai hastag ini atau ndak, tapi kami bahagia dengan hastag yang kami buat. Setelah jalan-jalan, biasanya liputannya akan diposting di blog masing-masing beserta foto dan kesan-pesan setelah menjelajah atau nyasar di ibukota.

Nah, museum adalah salah satu tempat yang masuk list paling atas dalam #KentjanJakarta 🙂 Setelah berkali-kali ke Kota Tua atau Cikini, berikutnya kami mengincar museum yang letaknya selain di Kota Tua. Jakarta itu luas, tapi karena banyak museum numplek di Kotu, semua orang mungkin lebih ramai mengunjungi Kotu. Padahal ada museum-museum lain yang nggak kalah keren. Misal, Museum Naskah Proklamasi di Imam Bonjol – Jakpus atau Museum Taman Prasasti di Tanah Abang (dua tempat ini akan masuk daftar #KentjanJakarta berikutnya, lho. Hihi..)

Jadi, balik ke Pecha Kucha. Di acara ini, mereka mengundang perwakilan dari masing-masing museum yang ada di Jakarta. Gue memang nggak nonton dari awal karena datang telat, juga nggak nonton sampai habis karena kemalaman. Tapi sejauh yang gue saksikan, acara ini bener-bener keren. Sekumpulan anak muda duduk dalam satu ruangan, mendengarkan penuturan mengenai museum-museum dan sekelumit kisah di baliknya. Seringkali, setelah seorang pembicara selesai presentasi, seluruh tamu akan bertepuk tangan riuh. Dan ketika itu gue merasa, oh, sepertinya gue menemukan teman-teman yang sehobi :p

IMG_20140412_112108

Beberapa perwakilan kemudian diundang maju satu per satu, menceritakan tentang museum yang mereka kelola. Sempat ada perwakilan dari Museum Perangko Indonesia, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Bahari, Art1: New Museum (Mon Decor), Museum Asmat di TMII, dan Museum Basoeki Abdullah.

Ini Ibu Maria Virgorina Risetyawati  dari Museum Asmat di TMII
Ini Ibu Maria Virgorina Risetyawati dari Museum Asmat di TMII
Nah, kalo ini pembicara dari Open Air Museum Kota Tua. Lagi menjelaskan tentang museum-musuem yang berada di kawasan kota tua Jakarta.
Nah, kalo ini pembicara dari Open Air Museum Kota Tua. Lagi menjelaskan tentang museum-musuem yang berada di kawasan kota tua Jakarta.

Sisanya masih ada lagi, cuma gue nggak bisa liat karena waktunya udah mepet, takut kemalaman. Salah satu hal yang dikeluhkan para pengelola museum terutama museum-museum lawas adalah, kurangnya perhatian dari petinggi di atas sana dan kurangnya minta pengunjung. Ada beberapa museum yang memang sudah tahap renovasi, tapi ada juga museum yang masih gitu aja dan cuma dapat 40 pengunjung dalam seminggu. Bung Karno yang susah payah memerdekakan Indonesia bisa sedih seandainya beliau masih ada. Bukannya bangsa yang besar itu bangsa yang menghargai pahlawan dan sejarahnya sendiri, ya? Kok anak muda kita lebih suka ke mal (padahal mal, mah, isinya gitu-gitu aja. Tiap hari nongkrong di mal juga nggak nambah ilmu). Tanya kenapa :p

Dari Galeri Indonesia Kaya, gue juga sempat jepret beberapa foto kece. Salah satu, salah dua dan salah tiganya ini.

Semacam buku raksasa, yang isinya berbahasa Jawa gitu. Keren.
Semacam buku raksasa, yang isinya berbahasa Jawa gitu. Keren.
Kalo ini, ng, gue nggak tahu namanya apa, tapi ini cukup lucu. Semacam cermin raksasa gitu, tapi layarnya kayak TV. Dan layarnya juga gerak-gerak, ada bubble-bubble merah yang harus dicocokkan dengan kedua tangan kita. Tapi dengan sesatnya kami malah selfie di sini, muahahaha..*diusir* :p
Kalo ini, ng, gue nggak tahu namanya apa, tapi ini cukup lucu. Semacam cermin raksasa gitu, tapi layarnya kayak TV. Dan layarnya juga gerak-gerak, ada bubble-bubble merah yang harus dicocokkan dengan kedua tangan kita. Tapi dengan sesatnya kami malah selfie di sini, muahahaha..*diusir* :p
Tulisan di depan Galeri Indonesia Kaya. Memang agak blur, soalnya agak gelap.
Tulisan di depan Galeri Indonesia Kaya. Memang agak blur, soalnya agak gelap.

Next! Setelah dari Pecha Kucha, hari Minggu, 13 April kemarin gue sama @bellazoditama ke Cikini dalam rangka meeting untuk @Linebookshop. Janjiannya sih bertiga sama @danissyamra, tapi setelah rapat, Danisnya balik. Otomatis, gue sama sisbel melanjutkan #KentjanJakarta berikutnya. Niatnya ke Planetarium, tapi apa daya ternyata Planetarium lagi direnovasi dan ada pergantian alat, jadi tutup sementara sampai tanggal 20 April. Nyebelin banget -_- hancur lebur hatinya sisbel yang dari sebulan lalu mupeng pengin masuk Planetarium, hahaha.

Nah, ini dia. Sebelum rapat, makan dulu di bawah pohon beringin, nggak jauh dari gedung HB Jassin (masih dalam kawasan Taman Ismail Marzuki)
Nah, ini dia. Sebelum rapat, makan dulu di bawah pohon beringin, nggak jauh dari gedung HB Jassin (masih dalam kawasan Taman Ismail Marzuki)
Gedung HB Jassin. Keren, ya. :)
Gedung HB Jassin. Keren, ya. 🙂

Setelah kelar rapat, sempat nongkrong di Sevel Cikini. Anak gahul Jakarta nongkrongnya di Sevel, kan, ya. :p Terus sialnya hujan dan kami terpaksa harus neduh lebih lama di Sevel. Baru setelah reda sekitar jam duaan, kami cabur dan jalan kaki lagi menuju Galeri Cipta III untuk menyaksikan pameran lukisan tunggal Yanuar Ernawati dengan tema ‘kejujuran dalam kebebasan’. Lukisan-lukisannya ada yang cewek banget.

Kami memang bukan kalangan seniman yang tahu banyak soal lukisan, tapi cukup menarik sih untuk sekedar lihat-lihat dan menganalisis, kira-kira apa makna di balik gambar tersebut. ada beberapa lukisan yang gue suka di pameran ini. Kemarin sempat juga foto-foto dan narsis bareng di galerinya :p

Analogi 'Kesuburan' Imajinasi
Analogi ‘Kesuburan’ Imajinasi
Metamorfosa Para Kepala
Metamorfosa Para Kepala
Siklus (1996)
Siklus (1996)

dan ini..

Realita Sebenarnya (2012). Ini termasuk salah satu lukisan di pameran kemarin yang paling gue suka. Unik aja :D
Realita Sebenarnya (2012). Ini termasuk salah satu lukisan di pameran kemarin yang paling gue suka. Unik aja 😀

So far, #KentjanJakarta kali ini cukup menyenangkan 🙂 walau keinginan untuk masuk ke Planetarium belum kunjung kesampaian –” dan kemarin pas pulang sempat ada dramah kumbara di Stasiun Cikini. Seorang petugas bilang ke tiap penumpang bahwa kereta lagi gangguan dan nggak ada di cikini, akhirnya setelah menimbang akan ke Tanah Abang atau Sudirman atau Manggarai, gue sama sisbel memutuskan ke Sudirman. Karena kita pikir Tanah Abang sama Manggarai pasti rame.

Udah susah-susah setop taksi dan menuju Sudirman, eh ternyata sama ramenya dan sisbel tetap harus transit untuk menuju Bekasi 😐 bener-bener sore yang melelahkan 😐 Dan ujung-ujungnya doi tetap sampe Bekasi malamnya : )) padahal kita udah bela-belain pulang agak sorean. CL kadang-kadang suka ngajak ribut :p

Menantikan #KentjanJakarta berikutnya dengan target museum-museum selain selingkaran Kota Tua. Nyahahaha~

#KentjanJakarta nggak afdol kalo nggak selfie berdua sis @bellazoditama. hahaha. itu beneran selfie, pake kamera sendiri dan nggak ada yang bantu jepret. Solusi cerdasnya adalah timer 10 detik :p
(Visited 30 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *