Coretan

Mengapa Menyayangi Blackbaby

Tadi sempat bertanya di timeline,

Apa kalian punya karakter kartun yang disukai? Sebuah karakter yang mungkin kalian anggap lucu?

Itu efek lihat foto Patrick Star di Path-nya Kak Ndue beberapa jam lalu. Alasannya dia suka Patrick, katanya si Patrick itu hidupnya seolah tanpa beban, tanpa masalah.

Ada lagi Tante Rhein Fathia yang suka banget sama Bugs Bunny –kelinci lucu di kartun jadul itu, lho. Kalau gue zaman kecil sempat nonton, entah sekarang masih tayang atau nggak.

Sedangkan gue?
Gue suka Timmy Shaun The Sheep 🙂
Alasannya sederhana; dia lucu kayak bayi beneran, pipinya gembul dan menggemaskan.
Tapi yang sering gue sebut-sebut sebagai Blackbaby atau kalau dibahasa-Indonesia-kan jadi Blekbebi *halah* itu adalah boneka Timmy kesayangan gue.

Namanya Blackbaby.
Dia bayi mbek yang pakai baju :p
Kalau kalian tahu berapa harga baju bayi umur sebulan, segitulah harga baju Blackbaby biasanya.
Emak juga buatin kaus kaki rajutan buat dia.
Dia selalu tidur bareng gue di kasur, kadang gue peluk, kadang di atas bantal di samping gue.
Yang jelas, Blackbaby nggak pernah gue perlakukan nista kayak boneka-boneka gue semasa kecil, apalagi terlunta-lunta sampai ketendang di dekat kaki. Nope.

Waktu  kecil, gue punya banyak sekali boneka –sampai bingung yang mana kesayangan. Sampai bingung mana yang mau dimainkan. Tapi kemudian, ternyata nggak ada yang sanggup membuat gue benar-benar sayang. Selucu apapun mereka.

Sempat punya beruang, tupai, kangguru lengkap dengan kantong dan bayinya, anjing dari yang gede sampai yang kecil, hello kitty, mini mouse, sampai barbie dan boneka noni belanda -_-

Astaga. Mereka itu banyak, tapi rasanya ndak ada yang pernah gue bawa tidur. Cuma dimainkan, lalu bosan. Kalau ada yang nasibnya malang, akan gue pretelin sampai botak. Itu kelakuan. :p

Pas udah gede sedikit, jangankan dimainin, disentuh aja ndak. Udah malas main boneka. Mungkin juga karena ndak ada yang benar-benar disayang.

Tapi ketika beberapa tahun lalu menemukan Blackbaby, sepertinya gue jadi sangat sayang.
Nggak bisa dijelaskan.
Gue nggak tahu kenapa.
Mungkin juga karena cuma dia boneka satu-satunya sekarang.
Blackbaby itu yang gue peluk waktu sedih, yang gue bawa tidur waktu nangis, yang gue cubitin pipinya waktu lagi jatuh cinta, yang nemenin gue menangis seharian pasca Papa meninggal, yang gue peluk ketika patah hati, yang segala-galanya.

Nggak.
Nggak semua orang paham.
Ini kedengarannya aneh.
Tapi orang-orang terdekat gue paham mengapa Blackbaby itu kesayangan.
Seperti misalnya emak yang pernah nawarin untuk membelikan Blackbaby baju baru.
Atau seperti kata-kata sis @bellazoditama yang ini..

Kalau seandainya Blackbaby itu hidup, Sis, kamu adalah orang pertama yang akan dia cari.

Iya, kira-kira begitu.
Hanya sedikit yang paham kenapa.
Agak susah dijelaskan mengapa ada cewek yang begitu menyayangi sebuah benda mati.
Tapi boleh dites, coba aja gebuk Blackbaby depan mata gue, kalau kalian ndak langsung gue tampol sampe bonyok.

Tapi dari segala hal dan sekian banyak orang yang gue sayang (atau yang PERNAH gue sayang), Blackbaby adalah satu-satunya yang nggak pernah bikin gue kecewa.

Barangkali, sebuah benda mati memang lebih setia ketimbang manusia yang bernyawa.

Barangkali begitu.
🙂
Duh, gemes.
*uyel-uyel Blackbaby*

image
Hmm :')

Posted from WordPress for Android

(Visited 28 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *