Tentang Menulis

Pergi dan Lihat Dunia Luar!

Tempo hari, ketika bertemu @bellazoditama di Sevel Cikini, kami sempat membahas beberapa hal mengenai menulis. Menurut kalian, apa yang bisa membuat cerita kalian ‘kaya’, selain sering baca buku?

Ya, baca buku tentu harus.

Bagaimana kalian ingin menjadi penulis, jika membaca buku saja malas.  Kebanyakan penulis itu ‘rakus’ akan buku, senang menumpuk buku dan membaca banyak hal. Percaya, dunia di dalam buku lebih luas ketimbang dunia di dalam layar televisi LCD 40″ di rumahmu. Sebesar dan semahal apapun televisimu, saya rasa belum ada yang bisa menandingi buku-buku. Saya sendiri termasuk orang yang lebih senang membaca ketimbang nonton televisi.

Membaca banyak hal diperlukan untuk memperluas wawasan atau memperkaya kosakata, atau barangkali untuk mengenali bermacam-macam diksi menarik. Ada banyak sekali penulis –tidak semata-mata mereka yang penah menerbitkan buku, ya. Ada penulis dunia maya, menuliskan ceritera-ceriteranya di blog atau web semacam wattpad. Pengertian ‘penulis’ itu luas, dan kalian bisa mendapatkan banyak gaya bahasa yang menarik dari mereka semua.

Selain membaca, bagi saya, yang diperlukan untuk memperkaya tulisan adalah melangkah. Ya, melangkah. Jalan-jalanlah ke manapun. Jalan-jalan mencari inspirasi tidak harus ke luar negeri atau ke pulau-pulau indah, ya. Tidak.  Tempat-tempat sederhana seperti warteg terkadang juga bisa membuatmu mendapatkan ide baru. Begini, kesimpulannya, jangan berdiam diri di rumah/kamar. Lihat dunia luar.

Itu juga mengapa saya senang dengan hastag #KentjanJakarta yang saya ciptakan bersama @bellazoditama. Jalan-jalannya mungkin hanya seputaran ibukota, tidak seberapa dibanding mereka yang sudah menjelajah hingga luar negeri, tapi bagi saya pengalaman akan selalu ada. Selalu ada yang bisa dituliskan. Misal, ketika mengunjungi pameran lukisan, maka bisa saja terlintas ide untuk menulis scene bahwa tokoh novelmu mengajak gebetannya mengunjungi pameran lukisan. Saya yakin deskripsimu akan lebih ‘hidup’ jika kamu sendiri yang melihat pameran itu kemudian menuangkannya ke dalam novel, ketimbang kamu membaca pengalaman orang lain yang melihat pameran yang sama. Memang ceritanya sama-sama tentang pameran, tapi ketika kamu hadir sendiri di sana, kamu merasakan suasananya dengan seluruh inderamu, dan membuatmu ‘masuk’ ke dalam scene yang kamu tuliskan.

Itu hanya contoh kecil.

Tapi tidak semua tempat yang kamu tuliskan harus kamu kunjungi. Misal, saya menuliskan setting Abu Dhabi, lantas saya memaksakan diri harus ke sana terlebih dulu. Tidak juga. Untuk hal-hal terbatas seperti ini, maka ada yang namanya riset. Membaca semuanya lewat internet, bertanya pada teman yang pernah liburan atau bahkan menetap di Abu Dhabi, bertanya pada siapa saja yang menurutmu bisa membantu riset tulisanmu. Banyak bertanya, maka kamu akan banyak tahu.

Dan lagi, memang tidak semua orang bisa menjangkau semua tempat. Kalau ditanya ingin, siapa yang tidak ingin keliling dunia? Saya tidak munafik, saya juga tentu mau traveling keliling dunia. Melihat hal-hal menarik yang selama ini saya baca di blog orang/artikel wisata. Tapi, kan, tidak mungkin. Setidaknya butuh proses. Jika sekarang kamu hanya mampu berkeliling Indonesia, maka lakukanlah dulu. Jangan menunggu dan menunda. Selalu ada pengalaman bahkan dari perjalanan paling singkat sekalipun. Orang jalan ke warung aja terus hampir diserempet motor yang ngebut, itu bisa diceritakan dalam satu scene, apalagi keliling Jakarta dan keliling Indonesia.

Jangan biarkan kepalamu suntuk di dalam rumah. Penulis seharusnya melihat banyak hal, mengetahui banyak hal, mempelajari banyak hal. Pembaca tidak mau dibodohi dengan tulisanmu. Sebuah fakta tidak bisa kamu reka-reka tanpa riset/melihat kenyataan di lapangan. Pembaca itu tidak bodoh, malah mereka bisa dibilang cerdas. Sangat cerdas.

Jika tidak bisa pergi jauh, maka keluar saja dari rumahmu, lihat ke sekeliling kotamu. Lihat apa yang belum pernah kamu lihat. Kalau bisa,sih, sesuatu yang menarik untuk dituliskan. Bagi saya mal itu basi sekali, ada jutaan scene mengenai mal –walau kadang memang harus dituliskan untuk mendukung sebuah cerita. Tapi alangkah kerennya kalau kamu mendeskripsikan tempat-tempat yang antimainstream. Taman, misalnya? Gedung H.B. Jassin yang di Taman Ismail Marzuki, misalnya? Nonton teater di Salihara, misalnya? Masih banyak lagi.

Dan juga, dengan menuliskan banyak hal mengenai kotamu di dalam novel, kamu sedikit banyak ikut andil dalam pertumbuhan pariwisatanya. Mungkin kalimat saya terkesan sok tahu, tapi buat saya selalu ada ketertarikan pembaca terhadap setting tempat dalam novel yang mereka baca, walau kadang persentasenya sedikit.

Jadi begitulah.

Saya sendiri baru selesai menuliskan draft bersetting ibukota provinsi Sumatra Barat. Sedang tahap editing sebelum dikirim ke penerbit. Semoga cepat bertemu jodohnya dan jangan lupa #VisitWestSumatra2014

#Halah #BisaAja #PromoTerus 🙂

(Visited 23 times, 1 visits today)

4 thoughts on “Pergi dan Lihat Dunia Luar!

  1. Tapi kamu emang bagus kok, mbem, cerita soal kota.
    Yang aku baca buku kamu kemarin itu, Just Let It Go, aku berasa emang beneran ngeliat catatan perjalanan si tokoh utama yang wartawan travel.
    Mungkin kamu cocoknya jadi penulis novel traveling, detail soal tempat.

    1. Masa, Mbem? Udah detail, ya, itu? 😐

      Just Let It Go itu berawal dari hore-horean ngeblog FF sama temen-temen, dan memang ketentuannya masing-masing per hari yang dilempar setting tempat :p jd mau ga mau nulis tempat macam-macam, bahkan yang belum pernah aku dengar namanya sama sekali :p

      Malah sebelumnya, aku kurang begitu tertarik sama traveling X))

      Kak dinoy itu yang biasanya nulis traveling :p

      1. Bagus kok, detailnya tuh pas lah. Gak yang gimana gimana gitu. Aku sih yes… gak tau mas anang *dikekep Mbak Dewi XD
        Masa sih anak yang gak bisa diem kayak kamu gak suka traveling? *matabelo

        1. *aduin #MbakDewiKebanggaanAku :))
          Kalau Mas Anang, terserah Yanti aja katanya #EhItuDuluYa #MasaLalu :)))

          Bukannya ga suka traveling, Mbem. Jalan-jalan suka, cuma yaa.. nulis traveling bukan bidangku XD hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *