Coretan

Bermain-main di Quora

Pernah mendengar web Quora? Kalau yang pernah baca Rahasia Sunyi karya Bang Bramanto Anindito, pasti tahu seberapa kuat Quora berperan di dalam ceritanya. Kalau menurut gue, Quora itu semacam Yahoo Answer. Sempat beberapa kali browsing untuk riset novel dan menemukan info-info kecil yang berguna di Yahoo Answer. Bedanya, Yahoo answer punya banyak bahasa, bahkan ada versi Yahoo Indonesianya. Lo bisa leluasa pakai bahasa gahul atau bahasa daerah kali, ye, di sana. Sementara di Quora, bahasa yang diwajibkan adalah bahasa Inggris.

Dari segi pertanyaan, sih, sama aja. Di Quora dan Yahoo Answer sama-sama ada kategori tertentu gitu. Jadi nanti di home kita bakal muncul pertanyaan-pertanyaan dari kategori yang kita follow aja. Ada pertanyaan ringan banget, ringan, sedang sampai pertanyaan berat yang nyinggng-nyinggung masalah atheis dan kepercayaan. Sempat gue keliling Quora dan menjawab beberapa diantaranya. Belakangan gue kangen dan balik lagi, tapi cuma jawab pertanyaan tentang Lady Gaga. Pertanyaan ringan mengenai lagu, album dan sebagainya. Iya, di Quora bahkan dese punya kategori sendiri 😀

Hal yang paling lucu yang pernah gue jawab di Quora adalah, “gimana caranya atheis menikah di Indonesia? Kan di semua surat biasanya dicantumkan kolom agama.”

Pertanyaan itu gue jawab sambil ngikik. Jawabannya adalah, ya elo tulis atau pilih aja salah satunya. Babe gue juga gitu kali. Ngapain dibawa repot. Biasanya cuma formalitas, sisanya sih mau Islam KTP atau Kristen KTP, itu urusan elo.

Atau mungkin pertannyaan ini :|
Atau mungkin pertannyaan ini 😐

Buat gue itu memang lucu, mengingatkan gue pada kenyataan bahwa negara ini memuja kepercayaan. Come on, don’t be naif. Barangkali menurut mereka, orang-orang tanpa agama seperti agnostik dan atheis tidak layak dianggap warganegara, atau barangkali mereka berpikir bahwa orang yang tidak beragama itu jahat. Padahal yang gue tahu, kebaikan dan kejahatan manusia tidak ditentukan oleh agamanya. Santai saja. Seseorang berhak memilih atau menolak atau bahkan memutuskan tidak punya agama sama sekali. Who’s care? Kenapa repot? Itu urusan dia dengan Tuhan, Semesta, atau apa ajalah kalian menyebutnya.

Kemudian setelah scroll Quora beberapa kali, gue menemukan pertanyaan-pertanyaan serupa mengenai atheis. Kepercayaan mereka, pendapat mereka mengenai hantu, reinkarnasi dan sebagainya. It’s fun, hey 😀 Lo bisa membaca macam-macam pendapat yang selama ini nggak pernah lo duga sama sekali. Dan sekalian melatih bahasa Inggris gue yang ilmunya mulai redup. Lumayan, selain nambah wawasan, ngisi waktu luang, bisa melatih bahasa inggris sekalian. 🙂

Jadi, sesekali cobalah ke Quora.

Barangkali kepincut.

Atau kalau masih ragu Quota itu gimana, buka aja webnya dulu. Hmm, atau bisa juga kalian baca Rahasia Sunyi dulu. One of my favorite book forever, hehe. 😀

Renungan 🙂
(Visited 37 times, 1 visits today)

4 thoughts on “Bermain-main di Quora

      1. Kamu banyak alesan ya kayak Exist “manis di bibir..memutar kata, malah kau tuduh akulah segala penyebabnya”
        Eh jadi kamu cinta sama laurah? Aku gak nyangka *sendokin solar

        1. Daripada kamu, Mbem, dibelakang diam-diam jalan sama abang ojek, tukang bakso dan sopir cipaganti sekaligus, kayak Elkasih. “Aku tertipuu kediamanmuu yang kuanggap semuanya baik-baik saja. Ku tak menyangkaaa di belakangkuuu, kau tigakan cintaku yang hanya kepadamuuu” #PukPukAbangOjekTamanPalem 🙁 tega kamu, mbem. Aku ndak sudi punya kembaran ndak setia 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *