Tentang Menulis

Seberapa Sering Latihan Menulis?

Kadang-kadang gue mikir begini,

Seberapa sering penulis-penulis senior itu menulis? Apa mereka konsisten menulis sebanyak beberapa ratus atau ribu kata per hari? Atau mereka ‘memaksa’ dirinya menulis sekian kata dalam jadwal-jadwal tertentu?

Ada yang bilang dia menulis 45 menit atau 60 menit per hari –nggak peduli apa yang ditulis, karena sederhananya menulis ya tulis aja, sisanya pikirkan nanti. Setuju dengan pemahaman seperti ini, tapi gue termasuk orang yang susah mengerjakan sesuatu di bawah paksaan. Kalau gue memaksakan diri menulis tiap hari, barangkali yang ada malah eneg berkepanjangan. Memang, seseorang tidak akan bisa eneg pada sesuatu yang merupakan hobinya, tapi menurut gue bisa saja. Salah satunya mungkin karena jenuh. Dan itu yang akan terjadi kalau gue dipaksa menulis dengan batasan berapa kata sehari dalam rentang sekian puluh menit.

Sekarang gue malah punya kebiasaan baru (nggak baru-baru banget mungkin bagi penulis lain, tapi baru buat gue sendiri). Gue orangnya sering dapat ide macam-macam kalau lagi khidmat di toilet, bahkan ketika tidur dan di alam mimpi pun, terkadang lewat satu dua scene absurd yang sebenarnya bisa dirangkai jadi satu cerita –entah flashfiction, short stories or novel. Yang pasti, kadang ide atau scene tersebut sudah terbayang dalam kepala, tapi tidak bisa langsung dituliskan karena belum dapat scene lain yang berfungsi sebagai ‘pelengkap’-nya.

Nah, mengakali hal itu, kemudian gue memutuskan bahwa selain catatan outline, gue juga harus punya catatan semacam bank scene yang isinya kumpulan scene tak bertuan. Barangkali nanti suatu kali butuh inspirasi, tinggal cek di sana :p

Gue juga orangnya rada aneh soal catatan, nggak bisa cocok menulis di sembarang notes, makanya kalau cocok sama satu notes akan terus gue pakai. Sekarang lagi betah sama salah satu notes simple merah ini..

image

Jadi di notes ini disatukan tulisan mengenai outline dan scene, beberapa teman sudah melakukan ini jauh-jauh hari. Gue pribadi lebih senang menulis outline di laptop langsung, karena bisa ditambal dan dicut dengan cepat, sesuai selera. Cuma terkadang di tempat-tempat tertentu merasa nggak kondusif buka laptop, jadi mau nggak mau siap sedia bawa notes sendiri :p jadi gue memang nggak ada jadwal latihan menulis yang rutin, tapi sebisa mungkin merekap ide-ide yang bertebaran dan rutin baca buku.

Sooo, seberapa sering dan rajin kalian latihan menulis? ._. #garukdagu

Posted from WordPress for Android

(Visited 26 times, 1 visits today)

2 thoughts on “Seberapa Sering Latihan Menulis?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *