#KentjanJakarta

#KentjanJakarta 10 – Museum Nasional, Monas, Masjid Istiqlal, Grand Indonesia

Monas di malam hari, cantik :D
Monas di malam hari, cantik 😀

Perjalanan ini bermula dari keinginan salah seorang bos untuk diajak keliling Jakarta, sebagai WNA dan pendatang, dia kesepian karena nggak pernah lihat dunia luar. Oh, maksudnya selama ini cuma muter apartemen, kantor, dan mall gede. Terus dia pengin lihat yang namanya museum dan Monumen Nasional yang ada emas mirip ice cream cone di atasnya. Akhirnya sabtu kemarin (27 September 2014),  6 orang dari kami bersedia nemenin jalan, ngajakin dia keliling Jakarta. Dari masuk museum sampe masuk masjid, dari naik kereta sampe delman! 😛 #BawahanPadaSesat

delman!
delman!
ini narsis waktu naik delman. oke, ini ide siapa ya kemarin XD
ini narsis waktu naik delman. oke, ini ide siapa ya kemarin XD

Eh, bosnya malah kesenengan. #pelukmesra 😀 hahaha.

Jadi gue ikutnya dari siang, paginya beberapa anak ngajak si bos tjantik ke Universitas Indonesia, Depok. Siangnya gue baru nunggu di Museum Nasional bareng beberapa temen lain dan bos cantik yang satunya. Iya, di kantor gue banyak yang cantik. Anggep aja kantor khusus bidadari yang nggak sengaja jatuh dari surga~ pas di hatimuu~ uwooo~ #KokNyanyi 🙁

di depan museum nasional, atau yang lebih dikenal museum gajah. nggak tahu deh itu apa, kayak sarang burung. tapi yang penting bagus buat latar foto~ #penting
di depan museum nasional, atau yang lebih dikenal museum gajah. nggak tahu deh itu apa, kayak sarang burung. tapi yang penting bagus buat latar foto~ #penting
set wayang jawa di museum nasional.
set wayang jawa di museum nasional. lengkap sama gamelannya.
ranjang set Dewi Sri, Dewi Padi :D
ranjang set Dewi Sri, Dewi Padi 😀

Jadinya ya gitu, kami keliling-keliling sampe malam. Membicarakan banyak hal, menertawakan banyak hal. Salah satu yang gue suka dari orang asing adalah karena mereka apa adanya. Mereka yang biasa hidup serba ada juga nggak masalah diajak ‘jalan-jalan susah’ 😛 dan mereka open minded terhadap banyak hal. Ngobrol sama mereka asiknya beda aja. Selain melatih speaking dan grammar, juga menambah ilmu. 😛

monas malam hari
monas malam hari

Dan hal yang paling unik waktu kita masuk Masjid Istiqlal yang di seberang Monas. Kami datangnya udah kemalaman, dan mas-masnya agak ndak rela gitu ngijinin masuk tur. Katanya jam untuk wisatawan sudah habis karena bentar lagi adzan magrib. Terus salah satu temen ngeles, dia bilang dua bos tjantik itu mau pulang ke luar negeri, dan mereka pengin banget liat masjid. Akhirnya diijinin, tapi dengan sikap yang sedikit kurang enak. Apalagi si bos (Dan gue sendiri kayaknya), bajunya kurang tertutup. Mereka berdua bahkan disuruh pake semacam kimono yang udah disediakan di sana buat nutup badannya. Untung gue nggak, sih. Cuma pake syal gitu doang. Dan finally, gue bisa lihat gimana penampakan bagian dalam masjidnya. Gede dan keren banget 😀 hehe. Terus momentnya pas adzan magrib, waktu orang-orang pada masuk semua untuk shalat. Kita cuma lihat dari lantai atas, si masnya jelasin dikit doang tentang masjid itu, lalu udahan dan boleh ambil foto.

bagian dalam masjid istiqlal
bagian dalam masjid istiqlal
di dalam masjid. difotoin sama bos cantik :D haha.
di dalam masjid. difotoin sama bos cantik 😀 haha.

Nggak banyak yang bisa didapat, apalagi cerita. Tapi ya sudahlah, namanya juga di luar jam tur, datangnya udah telat 🙁 cuma honestly, gue agak kecewa sama salah satu kalimat masnya yang menurut gue agak ketus. That’s it.

dinner @ food court Grand Indonesia
dinner @ food court Grand Indonesia

Malamnya, kita dinner di Grand Indonesia (iya, lagi) 😐 makan sushi, salad, chicken katsu, chicken curry, dan masih banyak 😛 sampe kekenyangan semua. Pulang-pulang ngantuk kayak baby bear.

tim tour guide-nya Bu Boss :p awewe-awewe tencent indonesia
tim tour guide-nya Bu Boss :p awewe-awewe tencent indonesia
(Visited 61 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *