Coretan

Hal-hal yang Akan Terjadi Pada Anak Perempuan Setelah Ayahnya Tiada

image

Beberapa hari yang lalu itu adalah Hari Ayah, kemudian gue membaca sebuah postingan di Hipwee yang mau nggak mau bikin sedih lagi.
Kata seorang teman, memang wajar sih kalo anak perempuan susah move on dari kepergian ayahnya. Kalian melewati banyak hal; fase kehidupan dan kenangan-kenangan, dan tentu, seorang ayah adalah lelaki yang berbeda. Kamu tidak akan bisa lupa seperti kamu melupakan mantan-mantan pacarmu yang berkhianat dan semacamnya.

Mereka lelaki yang berbeda.
Mereka –ayah-ayah itu, sejatinya adalah:
1. Ia yang menemanimu bermain, mengajarimu berdansa pertama kali, mendorongkan ayunanmu, atau menggendongmu untuk tidur dan membacakanmu dongeng, tentu saja.
2. Ayah adalah orang yang diam-diam merasa sedih ketika anak perempuannya beranjak dewasa. Ia tahu suatu hari kamu akan menemukan lelaki, menikah, lalu pergi. Walaupun sejatinya kamu nggak akan ke mana-mana, kadang ia hanya ingin kamu terus menjadi kanak-kanak, hal yang sama seperti yang kamu pikirkan ketika merenungkan tentang mereka (para ayah).

3. Ibumu akan mengajarimu bagaimana cara hidup, namun ayahmu memberikanmu semangat untuk hidup. Itu adalah dua hal berbeda, karena hidup tanpa semangat sama saja dengan mati. Kosong. Hampa.
4. Ayahmu adalah orang yang percaya pada mimpi-mimpi bodohmu. Ia percaya suatu hari kamu akan ke Paris dan melihat Eiffel. Ia percaya suatu hari kamu akan kuliah di Harvard. Ia percaya pada semua keinginanmu. Percaya pada semua yang tidak dipercaya Ibumu. Ia percaya pada pilihanmu.
5. Seorang ibu akan menanyakan apa cita-citamu. Seorang ayah biasanya mendorongmu mencapai cita-cita.
6. Ia tidak pernah menghardikmu, apalagi menampar, seperti yang (mungkin dialami beberapa perempuan) dilakukan pacarmu. Mengapa? Karena di matanya, kamu tidak pantas diperlakukan begitu.
7. Ayahmu lelah sepulang bekerja, tapi ia tetap menggendongmu dan menjagamu sampai tertidur. Sedangkan pacarmu kadang mengeluh untuk datang jika ia lelah, bahkan ketika kamu sedang benar-benar membutuhkannya.
8. Ayahmu adalah orang yang paling marah ketika seorang lelaki menyakitimu. Ia berusaha keras membahagiakanmu sedari kecil, jadi tentu tidak akan terima jika ada lelaki yang semudah itu menyakitimu.
9. Kadang para ayah itu mungkin tak selalu sempurna. Kadang kamu melupakannya karena terlalu asik memperhatikan pacarmu, padahal kamu tak pernah tahu kapan waktu akan berakhir.
10. Ketika ayahmu sakit, orang rumah akan ribut menyuruhmu pulang, tapi ayahmu akan menelepon dan bilang, “apa sih, Papa nggak apa-apa. Ngapain pulang, jauh. Kuliah yang rajin di sana.” walau kadang ia mengatakannya setelah duduk di kursi roda dan kamu tak pernah tahu separah apa sakitnya.
11. Ketika tugas mereka selesai dan harus pergi dari hidupmu, kamu akan menangis keras-keras seperti seorang gadis kecil. Ya, di depan makamnya kamu akan kembali menjadi gadis kecil. Tapi bedanya, kini beliau tidak bisa lagi memelukmu seperti dulu 🙂 beberapa mantan pacarmu mungkin akan pergi demi orang lain, tapi ayahmu hanya akan pergi jika Tuhan memaksanya 🙂

Dan ketika ayahmu sudah tiada, kamu akan:
1. Banyak menangis.
2. Menyesali waktu-waktu yang sudah lewat.
3. Merasa sepi dan kadang sakit kepala, ups, ini mungkin cuma di beberapa kasus 😛
4. Menangisi hal-hal sepele, seperti ketika melihat seorang anak makan disuapi ayahnya di resto cepat saji.
5. Menangis ketika makan sendirian.
6. Menangis ketika melihat postingan/tweet tentang ayah.
7. Tidak terkendali. Emosimu akan naik turun selama beberapa tahun. Kamu akan menertawakan banyak hal bodoh atau mempermasalahkan hal-hal sepele. Beberapa orang yang mengerti akan terus bertahan dan menjadi orang-orang terbaik dalam hidupmu, beberapa sisanya akan pergi begitu saja.
8. Ibumu dan beberapa kerabat akan berkata, “sudahlah, yang udah ya udah.” Tapi kamu akan kesal mendengarnya. Mereka tidak tahu bagaimana rasanya.
9. Kamu akan menangis ketika ayah temanmu sakit atau meninggal –walaupun kamu tidak kenal siapa ayahnya. Kejadian kecil mampu membangkitkan memorimu.
10. Tapi kamu tetap tidak bisa melakukan apa-apa. Waktu tidak akan pernah kembali 🙂

Kamu akan mencari lelaki yang menyayangimu seperti seorang ayah, walau rasanya hanya ada satu dari seribu lelaki yang mampu begitu.

Ketika kamu menemukannya, berbahagialah, dan jaga baik-baik. 😛 sesungguhnya hampir tidak ada lelaki yang bisa menyayangimu sesempurna seorang ayah. (Tapi bukan berarti nggak ada).

Gitu.

Anyone can be a father, but it takes a real man to be a daddy.


Tengah malam, 1.07am
Menjelang tahun kedua kepergian Papa.

Posted from WordPress for Android

(Visited 130 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *