image

Perempuan itu memiliki sebuah dunia yang kecil dan asing. Sebuah dunia di mana ia bisa lebih banyak bahagia. Di sana, hanya ada senyum, tawa, dan wajah datar. Tak ada kemarahan, seruan, ancaman, ketakutan, atau ejekan. Juga tak ada kesedihan, tangis, dan air mata. Ia membencinya, jadi di dunianya hal-hal tersebut tidak eksis.

Perempuan itu memiliki sebuah dunia yang kecil dan asing. Sebuah dunia dengan langit kelabu dan tak pernah ada matahari. Dunia yang tak pernah terlalu panas, tak juga pernah kedatangan rintik hujan. Ia lebih suka mendung dan berawan, hitam berkabut, angin semilir, dan sepatu berpita miliknya yang melangkah melewati jalanan dengan bebatuan kecil tanpa pernah tersandung.

Perempuan itu memiliki sebuah dunia yang kecil dan asing. Jauh sekali dari sini, dari kamar tidurnya yang sumpek dan mulai terasa panas. Ia membangun dunianya sendiri dengan susah payah, namun tak menemukan di mana pintunya berada. Dunia itu sudah tercipta begitu sempurna dan dapat dilihatnya begitu jelas, namun tak pernah bisa diinjaknya.

Perempuan itu memiliki sebuah dunia yang kecil dan asing. Dunia yang pintunya entah ada di mana, yang setiap hari dirindukannya, seolah memanggil-manggilnya untuk pulang. Dunia di mana hal buruk tak pernah nyata, dan mimpi-mimpi terlihat lebih sempurna.

Sebuah senyum hangat tersungging di sudut bibir, perempuan itu bertekad harus menemukan jalan menuju dunia asingnya yang damai. Tak lama, sebuah pintu bercahaya mendekat. Pintu itu terlihat semakin dekat, dan semakin dekat lagi. Si perempuan hendak berdiri, dan kini tubuhnya ringan sekali. Benar, kan, di dunia kecilnya ini, masalah tak pernah ada!

Tangannya menggapai-gapai ke arah pintu, mencoba mengintip negeri berkabut yang sudah menunggunya di balik benda itu.

Sementara di tempat lain, sebuah botol kaca menggelinding jatuh –menumpahkan isi obat penenang di dalamnya. Telapak tangan yang menggenggamnya kini melemah, bersiap berangkat menuju dunia kecilnya yang asing.

Dunia itu ada di sana.

Dunia asing yang mengerut dan sempurna…

Image from: here

..di dalam tengkorak kepalanya.

(Visited 24 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *