#KentjanJakarta

#KentjanJakarta 13 – Nonton Stand By Me Doraemon – Blitz Grand Indonesia

Belakangan ini Indonesia kayaknya lagi heboh sama tayangnya film Doraemon yang Stand By Me. Konon kabarnya, ini film terakhir Doraemon, yang pastinya bikin fans sedih. Tapi ada juga kabar lain yang beredar bahwa ini bukan terakhir, akan ada film selanjutnya. Siapa sih yang nggak kenal Doraemon? Buat kalian yang tumbuh besar di era 80an dan 90an pasti suka nonton ini tiap Minggu pagi di RCTI. Kartun tentang seorang siswa SD bernama Nobita yang selalu sial dan dapat nilai 0 karena malas belajar, yang kemudian kedatangan seekor robot kucing dari abad 22. Doraemon, si robot kucing biru nan lucu itu sering disangka rakun karena nggak punya telinga. Dia punya banyak alat keren dari kantong ajaibnya, yang biasa digunakan untuk membantu Nobita.

Dulu, tiap Minggu pagi bokap selalu bangunin gue untuk nonton Doraemon. Dari gue kecil sampe lulus SMA. Tiap minggu, kecuali kalo bokap kerja keluar kota. Gue merasa jadi gadis kecil selama belasan tahun, dan Doraemon termasuk salah satu kenangan paling manis dari masa kecil gue. Jadi, Stand by Me adalah film yang pantang gue lewatkan.

Di Jakarta, tayangnya cuma di Blitz dan Cinemax. Filmnya memang limited. Beberapa film kartun kayaknya memang cuma ditayangkan Blitz, seperti Conan beberapa bulan lalu. Antreannya lebih-lebih daripada rombongan mahasiswa mau demo, PENUH SESAK. Dan jangan harap bakal dapat tiket kalo beli langsung. Gue nonton sama Mbok Dew, beli tiketnya pesan online beberapa jam sebelumnya, pake Blitz Card dan itu juga sisa kursinya seiprit. Sumpah penuh ^^

Ternyata, setelah sampe di lokasi, yang banyak nonton malah bukannya anak-anak, tapi orang dewasa. Wajar memang, mereka yang benar-benar tumbuh bersama Doraemon pastilah sekarang udah pada dewasa, ya. Soalnya zaman Doraemon itu udah lama banget. Kalo kata temen gue, yang nonton Doraemon wajarnya memang anak 80an dan 90an. Kalo ada abege ingusan heboh-hebohan mau nonton Stand by Me, itu nggak lebih dari sekedar ikut tren. Hahaha. πŸ˜›

Dan sebenernya, semua yang dibuat film itu udah ada di komiknya. Semuanya gue udah pernah baca, karena waktu kecil gue koleksi komik Doraemon 😐 Dan dari awal gue bisa menebak kelanjutan cerita demi ceritanya. Tapi entah kenapa gue tetap senang bisa nonton. Mungkin kenangannya yang lebih berharga daripada cerita yang sudah diketahui sebelumnya.

Scene paling menyedihkan memang ketika Nobita berusaha bertarung dengan Giant menggunakan tenaganya sendiri, tanpa bantuan alat, karena ia tahu Doraemon harus pergi jauh dan tak akan kembali lagi. Tapi ending di film beda dengan di komik. Di komiknya, Doraemon nggak balik lagi. Cuma, di komik kan per chapter, jadi ketika chapter itu tamat, dan masuk chapter baru, Doraemonnya ada lagi. Nah, kalo di film, Doraemon akhirnya kembali. Maaf spoiler, terlalu bahagia sih. Hahaha.

Malam sebelum Doraemon pulang ke abad 22.

Well, menurut gue animasinya agak beda ya dari animasi yang biasa tayang Minggu pagi. Gue lebih suka versi biasa, di sini memang tokoh-tokohnya kelihatan lebih hidup, tapi nggak suka animasi Nobitanya. Shizukanya juga cantikan yang biasa di hari Minggu. Doraemonnya yang masih tetap lucu. Cuma itu nggak mengurangi kebahagiaan gue abis nonton Stand by Me. Beneran nyesel banget kalo nggak nonton di bioskop. Memang sih, cuma kartun, tapi ini sebagian dari masa kecil πŸ™‚

Kalian udah nonton? πŸ˜›

Yay!
Yay! Sisa kenangan dari nonton kemarin..
Dan nggak lupa narsis depan Blitz, ada balon Doraemon! *kempesin, lipet, lalu bawa pulang*
Dan nggak lupa narsis depan Blitz, ada balon Doraemon! *kempesin, lipet, lalu bawa pulang*
Lagi, ah! *peluk manja*
Lagi, ah! *peluk manja*

Sayangnya lupa selfie sama Mbokdew, karena udah keburu sampe stasiun, dan sore itu kepotong sama wawancara radio. Pas baru sampe food court, ada radio nelpon untuk ngobrol soal Bingkai Memori. Iya, ini curhat kok, bukan pamer 😐 *dikepret yang baca*

Well, thanks untuk Mbokdew insecure yang udah mau relain waktunya nemenin gue nonton Doraemon. You made my day, Mbok. Bahagianya seminggu penuh! *tubruk peluk*

(Visited 55 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *