Tentang Menulis

Cara Mudah Menikmati Hidup

Kalian tahu cara paling gampang untuk menikmati hidup? Tetaplah rendah hati. Rendah hati berada di titik tengah, di bawah sombong dan di atas rendah diri. Tapi titik inilah yang paling stabil dan mampu membuat kita tetap waras.

Dalam karya, lebih khususnya di dunia gue mungkin buku ya, kadang kita mendapat banyak pujian atau bahkan kritik. Tak apa, tak ada yang perlu ditakutkan atau disombongkan. Toh kita masih manusia biasa, bukan Doraemon, bukan Power Ranger, bukan Satria Baja Hitam, bukan malaikat, apalagi Tuhan.

Kadang heran,
Apa sih yang bisa disombongkan?
Atau mungkin ini stupid question. Mereka yang punya harta bisa menyombongkan hartanya, mereka yang cantik/ganteng bisa menyombongkan wajahnya. Tapi buat apa, sih. Kalo mendadak ilang gimana? Kan malu 🙁

Dalam karya, pujian akan bagus dan berguna untuk memotivasimu untuk karya selanjutnya. Tapi tegantung bagaimana kamu menelannya. Ketika kamu menuai banyak pujian, jangan tinggi hati. Telan secukupnya, kalo kebanyakan bisa keselek.

Sombong adalah salah satu jalan yang membuat manusia melupakan banyak hal; asal muasalnya, orang-orang yang dicintainya, dirinya sendiri. Tapi ketika kamu sadar dan berbalik, mereka semua mungkin sudah pergi 🙂 jadi jangan sia-siakan yang ada demi kebahagiaan sesaat. Gitu, dek.

Tapi jangan juga rendah diri banget. Itu akan kebaca super gengges, lho. Beberapa orang mengakuinya, menghadapi teman-teman mereka yang super rendah diri atau mungkin memang sengaja merendah biar dipuji, sungguh sangat menyebalkan.

“Ada orang-orang yang tulisannya bagus, dan sepertinya mereka tahu, tapi tetap merengek terus minta dibantai. Tetap merengek bahwa tulisannya jelek, bahwa tulisannya nggak ada apa-apanya dibanding teman lain. SITU NGAREP BANGET DIPUJI?” — kesaksian salah satu teman yang pernah gemez. Iya, gemez #GemesDenganHurufZ

Lucu ya, kalimatnya. Bisa untuk bikin meme. *losfokus*

Sedikit tambahan, jangan rapuh. Cukup judul lagu Padi aja, dek, yang Rapuh. Hatimu ndak usah ikut-ikutan. Misal, ketika bukumu dikomentari penuh kritik di Goodreads,

“Kok pada tega sih komen gitu? Mematahkan semangat aja. Gue kan newbie. Jadi nggak mau nulis lagi, ah. Takut.”

Kakak ndak ada waktu untuk ceramah panjang lebar dan sok alim, dek. Tapi camkan ini: penulis bukan pekerjaan untuk seorang pengecut. Kami menelan pujian dan kritikan tanpa kecuali. Hehe. *pukpuk*

Maka dari itu, gue lebih senang untuk tidak menelan semua pujian bulat-bulat atau menangisi kritikan terlalu lama.

Semua itu ada agar kita lebih baik lagi setelahnya. Biasa aja, kalo kata babang-babang Dewa19, hadapi dengan senyuman.

Hehe.

🙂

Posted from WordPress for Android

(Visited 32 times, 1 visits today)

2 thoughts on “Cara Mudah Menikmati Hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *