image

Berhubung udah mau tutup tahun dan memulai tahun yang baru, kayaknya nggak ada salahnya bikin postingan kaleidoskop. Selewat, kalo ada yang belum tahu, kaleidoskop itu sekumpulan peristiwa yang terjadi selama setahun penuh. Kira-kira begitu, deh, artinya πŸ™‚

Banyak hal yang terjadi di tahun 2013 dan berakibat ke 2014, walau nggak setahun penuh juga. Kalo versi gue sih begini adanya:

1. Mulai menulis novel dengan serius
Jadi yang dulu-dulu itu novelnya nggak serius, Mput? Ya, nggak juga. Gimana ya jelasinnya. Intinya, semenjak menggarap Bingkai Memori di awal tahun 2014, gue merasa bahwa ini adalah novel yang paling maksimal prosesnya (sejauh ini, kalo dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya). Riset lebih mendalam, mengendapkan naskah lebih lama kemudian menyunting ulang, menyebarkannya ke teman-teman dekat untuk dibaca dan dibantai sebelum mengirimkan ke penerbit. Makanya Bingkai Memori makan waktu nyaris setahun sebelum akhirnya benar-benar terbit. Well, lebih matang aja, dan gue cukup puas πŸ™‚

image
Pic by: Auliafina

2. Join komunitas baru, dan bertemu teman-teman baru
Gue join 2 komunitas baru tahun ini. Sebenarnya @bookaholicfund nggak bisa dibilang komunitas sih, karena kami lebih ke sekumpulan orang-orang yang hanya ingin beramal dari hobi yang sama. Akhirnya akrab karena banyak visi misi yang sama. Dari sini, gue dapat banyak kenalan yang jago nulis dan jago membantai naskah. Nggak bisa dipungkiri, Bingkai Memori lahir atas bantuan beberapa #KruBFG πŸ™‚

image

Keluarga baru gue berikutnya bernama Kaskus Serapium. Ini komunitas buku dari Kaskus. Iya, belakangan diajak seorang teman untuk join kaskus dan kenalanlah gue sama anak-anak serapium yang ternyata asik-asik ^_^ walau agak sableng dan selalu haus darah muda. *heh!*

image

Hal yang menyenangkan dari sebuah komunitas baru adalah karena gue bisa menemukan banyak kenalan baru. Grup WA gue sekarang banyaknya entah udah gimana, yang pasti grup komunitasnya cukup rame. Hahaha. Seenggaknya, komunitas membuat kita nggak pasif. Terbiasa bergaul sama orang banyak akan bikin kita berani. Gitu. πŸ˜›

3. Melebarkan sayap ke penerbit baru
Bingkai Memori adalah novel perdana gue di Grasindo. Salah satu resolusi gue tahun ini tercapai, yaitu merambah ke penerbit baru. Hehe. Bukan berarti gue nggak suka sama sikon di penerbit lama, tapi namanya manusia pasti terus berkembang dan mencoba banyak hal. This is, akhirnya terwujud ^^

4. Menulis novel yang settingnya kampung halaman sendiri.
Inilah mengapa gue selalu bilang, Bingkai Memori means a lot for me. Novel ini menjadi titik perubahan dalam perkembangan menulis gue. Dulu mungkin gue masih cetek banget kalo nulis romance, tapi kalo di Bingkai Memori, gue sepertinya puas, dan beberapa teman juga bilang bahwa BM beda dengan naskah roman gue yang lain. Satu lagi keistimewaan BM adalah, karena setting novelnya Padang. Buat yang follow twitter, pasti kadang liat gue ngoceh #VisitWestSumatra2015 :p itu bukan sekadar hastag atau guyonan. Ya, gue serius dengan kampanye itu. Gue nggak dibayar pihak manapun, semata karena gue cinta sama kampung sendiri. Haha. Jadi, gue pikir, nggak ada salahnya gue abadikan jadi setting novel πŸ™‚ Sumatra Barat adalah salah satu surga dunia buat gue.

image

5. Mulai belajar bekerja
Kalo biasanya gue pengacara aka pengangguran banyak acara, mulai Agustus kemarin gue mencoba kerja. Awalnya takut. Nggak ada alasan, takut aja. Takut gue nggak bisa melebur dalam dunia baru. Takut nggak cocok sama kantornya, bosnya, temen kerjanya. Tapi ternyata beda banget. Kesan pertamanya sangat menyenangkan, bosnya pada baik dan temen-temennya asik. Intinya, selain karena gue kerja di bidang yang sesuai passion, kantor gue yang sekarang atmosfernya cukup menyenangkan dan bikin betah. Bonusnya, punya penghasilan sendiri. Berasa gimana susahnya kerja. Minggu-minggu pertama kerja, gue mewek cengeng karena inget gimana dulu bokap kerja bertahun-tahun, yang pastinya lebih dari apa yang gue lakoni sekarang πŸ™‚

image

6. Lebih banyak tertawa dari tahun 2013, dan mulai jarang menangis
Harus gue akui, gue jadi cengeng sejak bokap nggak ada. Kadang sensian. Sadness can makes you crazy, by the way. Ditambah beberapa orang yang gue kira bisa diandalkan ternyata cuma nambah-nambah sedih gue. Yang ngakunya sayang dan blablabla diantaranya. Berasa. Tahun 2013 –sepanjang tahunnya, gue habiskan untuk menangis. Tapi hidup selalu adil, sih. Mungkin karena itu juga, di tahun 2014 gue ketemu orang-orang baru yang banyak bikin gue ketawa. Ketawa, bahkan ngakak cuma karena lelucon di grup atau twitter. Rasanya ada yang lepas aja. Nggak seberat dulu lagi, walau nggak sepenuhnya juga. Tapi seenggaknya, tahun ini gue bisa menertawakan banyak hal. Mengurangi cengeng juga. πŸ™‚ makanya di ucapan terima kasih Bingkai Memori, akhirnya gue menuliskan, “terima kasih untuk kalian yang selalu ada.”

7. Lebih mbem dari tahun 2013
Kondisi pipi dan badan gue tahun 2013 cuma diwakili 1 kata: mengenaskan. Abang gue bilang, salah satu pemikiran gilanya tahun 2013 adalah takut gue macem-macem. Gue tahu definisi macem-macem itu. Mungkin kayak bunuh diri. Oke, gue belum ke Ubud atau Dubai, jadi gue nggak akan membuang nyawa gue demi orang yang nggak pantas. Hahaha.

Lalu belakangan ini semua orang bilang pipi gue offside, badan juga.  Iya, katanya OFFSIDE. Sengaja diulang biar dramatis. Kamvret :’)) terus ada yang bilang, pipi gue berat sebelah. Ada yang bilang pipi gue kayak lagi ngemut permen. Besok pasti ada lagi yang bilang bahwa pipi gue obesitas. Hih!

Tapi seenggaknya, ini wujud nyata bahwa gue nggak mengenaskan lagi. *tepok-tepok pipi sambil seret boneka domba*

image

8. Belajar menerima
Belajar menerima segalanya. Bahwa sesuatu yang sudah pergi, mustahil untuk kembali. Belajar menerima bahwa hidup nggak cuma senengnya aja. Kita nggak tahu kapan kita bakal jatuh, tertimpa tangga, keruntuhan kelapa muda, dan di saat yang sama, nggak ada yang bantuin bangun. Belajar menerima banyak hal lainnya. Begitulah.

9. Kehilangan sesuatu
Bukan, bukan pacar yang digodain orang, atau materi. Sesuatu ini, nggak bisa gue sebut di sini, tapi porsinya besar sekali dalam hidup. Mungkin dari lama akan ketahuan bahwa sesuatu ini akan menghilang pelan-pelan. Puncaknya ya sekarang, gue nggak bisa lagi. Nggak bisa aja. 😐

10. Lebih banyak hangout dan refreshing
Mungkin karena sekarang banyak teman yang suka jalan-jalan, jadinya gue juga otomatis banyak ke tempat-tempat baru. Menyenangkan, karena jalan-jalan selalu nambah referensi tempat, makanan, dan suasana baru. ^_^

image
Reading Room Kemang, with ngerumpi girls



Demikianlah tahun ini πŸ™‚
Jakarta,
31 Desember 2014. 10:42 pm.

Posted from WordPress for Android

(Visited 37 times, 1 visits today)

6 Thoughts to “Kaleidoskop 2014”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *