#TantanganMenulis

#TantanganMenulis 3: Tuliskan Sesuatu untuk Lelaki/Perempuan dalam Hidupmu

Seperti ketentuan yang sudah saya posting sendiri, karena saya perempuan, maka saya akan menuliskan sesuatu untuk lelaki dalam hidup saya.

Ada 4 orang lelaki terdekat dalam hidup saya. Semuanya pernah saya cinta –satu diantaranya masih dan akan selalu, sisanya sudah berlalu. Baiklah, mungkin ini intro yang kurang berguna.

Maka, lelaki pertama dalam hidup saya adalah ayah. Saya tidak akan menuliskan panjang lebar tentang beliau, tak ada kata yang pas untuk melukiskannya dengan sempurna. Beliau lelaki pertama yang saya cinta dan akan selalu saya cintai. Kalau bisa bertemu lagi sebentar saja, yang ingin saya katakan adalah ucapan terima kasih atas semua yang beliau perjuangkan bagi saya selama 19 tahun kebersamaan kami. Rasanya sebentar sekali.

Lelaki kedua dalam hidup saya, ia lelaki pertama yang saya cinta setelah Ayah. Ia lelaki yang lucu dan selalu mampu membuat saya tertawa. Saya perempuan keras kepala dan nyaris tak pernah menyesali apa yang saya lakukan, tapi hingga beberapa tahun setelah berpisah dengannya, saya masih kangen beberapa kali. Entah, itu penyesalan atau bukan. Tapi yang jelas, dia baik sekali. Tak perlu saya sebut ia siapa, tapi jika nanti bertemu lagi, ia akan selalu punya kesempatan untuk menjadi sahabat baik saya.

Lelaki ketiga dalam hidup saya, ia orang yang absurd, tapi setia menemani saya cerita. Hampir semua lelaki yang dekat dengan saya pasti tahu ini, saya suka sekali bercerita. Walau dengannya saya merasa biasa saja, dan nggak berat melepasnya ketika bubar jalan, tapi ia juga termasuk lelaki yang cukup baik.

Lelaki keempat dalam hidup saya, salah satu lelaki yang saya cinta ketika saya beranjak dewasa dan berpikir jauh ke depan. Dengannya, saya pernah punya tujuan hidup, karena ia bagian yang cukup buat saya. Dulu, saya tak pernah berniat mencari yang begini dan begitu lagi, karena saya sudah lepas dari masa remaja yang penuh huru-hara. Tapi sepertinya ia belum, jadi dialah yang mencari perempuan yang lebih-lebih. Positif thinkingnya, mungkin saya belum sebaik apa yang ia inginkan. Negatif thinkingnya, saya beruntung melepaskan lelaki tak setia dari hidup saya. Tak ada yang ingin saya katakan padanya jika bertemu lagi. Kalau perlu, lupakan saja bahwa kami pernah kenal. Ia adalah bagian yang paling ingin saya lupakan dalam hidup. Bukan hanya karena berkhianat, tapi karena kenyataan bahwa ia melakukannya usai ayah saya pergi. Kalian tahu, cuma lelaki pengecut yang berani menyerang perempuan yang sedang tak punya pertahanan apa-apa. Untuknya, terima kasih banyak. Kita sudah selesai, benar-benar sudah selesai semenjak saya berbalik dan pergi.

Lelaki berikutnya dalam hidup saya, entahlah. Mungkin kamu, mungkin dia, atau mereka?

(((MEREKA)))
*benerin konde
*susun daftar absen
*LHA

(Visited 29 times, 1 visits today)

2 thoughts on “#TantanganMenulis 3: Tuliskan Sesuatu untuk Lelaki/Perempuan dalam Hidupmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *