#NulisRandom2015

#NulisRandom2015 – Poin of View (1)

thumbnail-ajakan-menulis-random-setiap-hari-20151
Image from @byotenega ‘s blog

Kalau kemarin udah bahas sesuatu yang sedikit ringan, hari ini saya kayaknya mau bahas sesuatu yang agak berat, ah. Sebenarnya nggak berat-berat banget, sih, tergantung bagaimana kalian pembaca menanggapinya. Hehe. Pembahasan ini berjudul Poin of View (1) tapi sama sekali nggak ada hubungannya dengan tulis-menulis. Mungkin biasanya Poin of View identik dengan novel. Tapi kali ini tidak. Walau saya novelis (katanya, sih), tapi saya ingin menulis tentang sudut pandang secara lebih umum.

Beberapa hari yang lalu, netizen dihebohkan dengan pengiriman surat dari Lia Eden (kayaknya rata-rata pasti kenal dia ya, salah satu sekte yang dipimpinnya bernama Kerajaan Tuhan. Saya tidak berani berkata bahwa dia benar atau sesat, bukan itu poinnya kali ini).

Intinya, setelah dulu pernah dipenjara karena kasus penistaan agama, sekarang Lia Eden kembali. Beliau mengirimkan surat kepada Pak Jokowi, mengatakan bahwa beliau mendapat wahyu dari Malaikat Jibril, kemudian sang malaikat akan datang dengan UFO. Dan beliau ingin Pak Jokowi mengizinkan UFO itu mendarat di Monas. Bahkan meramalkan Jakarta akan gempa dahsyat pada akhir Mei (dan nyatanya sekarang sudah 2 Juni 2015).

Salah satu capture yang saya dapatkan dari forum kaskus
Salah satu capture yang saya dapatkan dari forum kaskus

Bagi sebagian besar orang, ini mungkin konyol. Amat sangat konyol. Bahkan netizen menertawakan Lia Eden dan mengolok-olok surat tersebut di dunia maya. Awalnya saya sendiri pun merasa geli, karena saya memandang dari sudut para netizen. Bahwa saya bukan pengikut Kerajaan Tuhan tersebut, bahwa Lia Eden bukan tetua buat saya, bahwa pendapat dan pengakuan itu amat sangat… lucu?

Masih dari kaskus, tapi lupa linknya.
Masih dari kaskus, tapi lupa linknya.

Tapi ketika membaca tweet admin @agamajinasi mendadak saya tertegun. Tawa saya perlahan memudar. Entah, si admin itu atheis atau agnostik, atau aliran apa saja, saya tidak peduli. Tapi saya suka sudut pandangnya. Beginilah kira-kira bunyi kicauannya..

Jeng-jeng.. Hahaha
Jeng-jeng.. Hahaha

Dari tweet itu bisa saya simpulkan; menurut kita (yang merasa waras ini), Lia Eden mungkin ngawur berat, bahkan kayaknya lagi ngelawak, yang bener aja ngana. Tapi kalau dipandang dari sudut mereka para atheis, ya sama saja. Mereka pun merasa begitu. I mean, mereka pun merasa yang beragama itu apa banget. Saya merasa ini seperti sebuah tim sirkus. Orang-orang yang lucu, saling menertawai satu sama lain. Pihak yang beragama (yang agamanya diakui negara), gencar tertawa untuk Lia Eden. Sedangkan teman-teman yang atheis sendiri merasakan hal yang sama dengan pihak yang beragama. Mereka pun tidak percaya kok pada nabi dan agama-agama yang ada, sama seperti netizen mengejek Lia Eden.

Kesimpulan yang lebih to the point, hampir semua hal di dunia ini bergantung pada sudut pandang. Bagaimana kita melihatnya saja. Bagi pengikut Lia Eden, pengakuan beliau mungkin diangap sakral sekali. Entahlah. Yang jelas, kita kerap merasa bahwa kita benar, bahwa kitalah satu-satunya yang paling benar, hingga merasa bebas mengejek atau menertawakan mereka yang berbeda prinsip. Terlepas dari Lia Eden mungkin saja sekte sesat, dan pendapat saya terdengar sesinis orang atheis, tapi saya pikir.. ya, agamajinasi benar.

Kita tertawa, tapi kadang lupa berkaca πŸ™‚

Sesuatu yang salah, bisa benar pada sudut pandang yang lain. Dan sebaliknya.

Contoh lainnya? Ada. Tentu saja.

Saya posting besok πŸ˜›

*nanggung amat*

*sengaja*

(Visited 39 times, 1 visits today)

4 thoughts on “#NulisRandom2015 – Poin of View (1)

  1. masuk akal, mencari sensasi dengan mencelarukan pikiran agar terdorong untuk berpikir keras, dan akhirnya stuck. lalu? kepercayaan diuji.
    pikirku, setiap sudut pandang mempunyai nurbuat, yakinkan nurbuat yang benar. bila itu menurutnya benar, maka benarlah ia. kita tetap pada kebenaran kita
    *sok bijak kahaha, biar kelihatan aja bukan sekedar komen meninggalkan jejak
    salam kenal dari blogger fiksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *