#NulisRandom2015

#NulisRandom2015 – Poin of View (2)

Image from @byotenega 's blog
Image from @byotenega ‘s blog

Kalau kemarin udah bahas tentang poin of view dengan contoh kasus Lia Eden, sekarang pengin bahas yang lain. Sekali lagi, sebelum kalian lanjut baca, ini sama sekali nggak ada hubungannya dengan poin of view novel, dan ini sama sekali bukan tips menulis 😛

Tips nulis ada waktunya untuk diposting 😛 *halagh*

Tempo hari, ngobrol sama temen, terus tercetus topik mengenai Sweet Box, sebuah promo baru dib  Blitz Megaplex, yaitu sebuah kursi couple. Cocok buat yang pacaran, atau udah nikah dan kebetulan bawa anak juga boleh. 😛

sweetbox blitz

Terus kata temen, ada aja yang komen negatif di dunia maya. Katanya, ini bisa semakin memancing maksiat di dalam bioskop. Kayaknya isu asusila di dalam bioskop memang nggak perlu dipertanyakan lagi, ya. Tidak bisa dipungkiri, hal-hal seperti itu memang ada. Mulai dari hal-hal standar dari grepe-grepe manja dalam bioskop sampai ciuman. Entahlah, bahkan sebelum ada promo sweet box ini pun, rasanya asusila memang sudah marak.

Terus mengapa beberapa pihak seolah menyerang dan menyalahkan promo ini? 😛 kalau saya sih melihatnya, Blitz berusaha untuk mengakrabkan orang-orang yang datang dengan keluarganya. Atau pasangan yang pengin lebih dekat. Tidak lebih.

Mengapa yang pada menyerang dengan komentar negatif itu bisa berpikir jauh bahwa sweet box bisa memancing tindakan asusila? Mungkin sudut pandang mereka saja yang kelewat suudzon. 😛  Saya sih, nggak kepikiran sampai ke sana 😀

Mengenai asusila di dalam bioskop, saya sendiri tidak pernah merasa benar-benar terganggu. Bahkan saya lebih terganggu kalau ada yang menendang-nendang kursi. Hello, di bawahmu itu ada orang lain yang juga duduk dan berusaha menikmati film, kalau kakimu nakal dan nendang-nendang kursi, kamu bikin orang pending nendang kamu keluar dari pintu exit.

Dan saya lebih terganggu lagi kalau ada yang berisik mengomentari film dengan suara kencang, lalu tertawa riuh dengan gengnya. Ya, kecuali bioskop punya orangtuamu, atau satu studio isinya keluargamu semua, sesuka-sukanya aja mau ngapain juga.

Sedangkan perbuatan asusila sendiri, membuat mereka asik dengan dunianya. Bukan berarti saya membenarkan tindakan semacam ini. Tapi menurut saya, perbuatan orang lain akan jadi tanggungjawab mereka. Tugas kita di dalam studio adalah membuat orang yang sama-sama nonton merasa nyaman, dengan tidak berisik dan mengganggu, bukan sibuk menghakimi orang lain.

Ya, kecuali ada yang ciuman sampai bunyi keras dan kedengaran di tengah speaker kencang itu. Btw, itu cium pacarnya apa cium sepatunya, Mb? 😐 Takutnya salah cium, soalnya gelap, kan.

😛

(Visited 412 times, 1 visits today)

3 thoughts on “#NulisRandom2015 – Poin of View (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *