#NulisRandom2015

#NulisRandom2015 – Anyer

Image from @byotenega 's blog
Image from @byotenega ‘s blog

Dalam rangka menghabiskan liburan hari kejepit antara tanggal 1 dan 2 Juni 2015 kemarin, gue diajak temen-temen ke Anyer. Karena nggak tahu apa-apa soal Anyer (dulu pernah, sih, sekali ke sana. Tapi lagi-lagi diajak temen yang bawa mobil, jadi nggak paham jalannya, arahnya, maupun tempat-tempatnya), akhirnya saya iseng ikutan.

Perjalanan ke sana dari Jakarta memakan waktu kurang lebih 3 jam, kalau lancar. Nginepnya di Wisma Kompas Gramedia, Karang Bolong. Yak, bisa ditebak, pantai ‘pribadi’ seperti di sini pasti jauh beda sama pantai umum. Soalnya pantainya pas di belakang villa, dan hanya boleh dikunjungi oleh orang-orang yang nginep di villa mereka. Pengunjungnya terbatas, dan pantainya memang serasa milik sendiri.

Dan biasanya memang yang nginep juga rame-rame, kalau nggak keluarga, komunitas, pasti orang sekantor. Kemarin kebetulan di sana lagi nggak begitu rame, cuma ada beberapa keluarga lagi main di pantainya.

Nggak lama setelahnya, datang satu abang-abang  yang nawarin paket banana boat. Lupa berapa harga yang dia tawarkan, tapi akhirnya ikutan main bareng anak-anak.

Satu banana boat  -seperti biasa, muat 5 sampai 6 orang. Dan sensasi diceburin ke lautnya itu yang dahsyat pisan. Hahaha. Kata temen sih, bisa aja minta jangan diceburin, tapi biasanya akan sengaja diceburin sama abangnya. Soalnya menurut mereka, di sanalah sensasi main banana boat.

Jatoh yang pertama kali, seluruh muka kecebur. Di tengah laut. Kaki nggak bisa napak ke mana-mana, dan pastinya ngambang. Kalau baju pelampungnya lepas, ya kelar deh hidup. Rasanya cuma satu: asin 😛 Soalnya air laut berebutan masuk ke mana-mana. Kali kedua dijatohin, akhirnya selamat. Dalam artian, nggak bengek-bengek amat, karena dipegangin sama abang-abangnya.

Mungkin banana boat cuma salah satu dari sekian banyak permainan seru di lautan, tapi memang sensasi nyebur laut itu nggak ada duanya, jauh banget sama sensasi dilelepin di kolam renang, yang notabene masih bisa napak kakinya.

Well, dan untungnya di sana kemarin cuacanya bagus juga. Jadi, walau sebentar, tetap bisa puas main air, lihat kerang, dan lainnya.

Dan sempat pula nemu purnama di langitnya Anyer 🙂 Walau merasa bahwa purnama di kaki Gunung Gede lebih asoy, tapi nggak ada salahnya diabadikan 😛

(Visited 75 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *