#NulisRandom2015

#NulisRandom2015 – Mengapa Sosial Lebih Menarik dari Alam

Beberapa tahun yang lalu, ketika pertama kali saya kuliah dan masuk lab, pengajar bertanya pada kami semua, “mengapa kalian memilih jurusan ini?”

Walau jurusan itu bukan pilihan yang saya inginkan, setidaknya mungkin jurusan yang saya geluti masih di bidang ilmu sosial. Bukan ilmu alam.

Seorang teman sekelas menjawab. “Semasa sekolah, saya di kelas IPA. Saya sudah bosan, kertas jatuh saja langsung dihitung berapa kecepatan jatuhnya, dan segala-galanya.”

Kemudian kami semua tertawa. Ya, kalau kalian anak IPA menganggap kelas sosial itu buangan, berarti kalian salah besar. Begitulah kira-kira cara kami ‘menertawakan’ ilmu alam. Mungkin sama seperti cara kalian ‘menertawakan’ ilmu sosial, bagi yang cinta mati sama ilmu alam.

Lalu, memangnya masih ada yang mau masuk kelas sosial karena keinginan sendiri –bukannya karena nilai mereka nggak cukup untuk masuk kelas IPA?

Ada.
Saya, dan beberapa teman semasa SMA.

Dulu, di sekolah saya itu, diadakan tes. Entah apa namanya, saya lupa. Segala macam tes diadakan untuk menilai, siswa mana yang pantas masuk IPA dan mana yang baiknya di IPS saja. Nilai saya tergolong cukup, tapi ketika memilih jurusan, saya langsung coret IPA. Beberapa teman atau guru bertanya-tanya. Jawaban saya cuma satu: nggak suka.

Lalu mau apa? Ketimbang saya dipaksa kemudian tinggal kelas, akhirnya saya masuk IPS dengan bahagia.

Saya paling suka pelajaran Sejarah dan Geografi. Karena selain gurunya baik, dua mata pelajaran ini keren di mata saya. Saya suka sejarah era Kerajaan dan era Kolonial. Tapi saya masih lebih suka sejarah lokal ketimbang sejarah luar. Saya selalu merasa kita harus benar-benar paham produk lokal dulu, sebelum mempelajari produk impor.

Kemarin saya ngetweet, sambil nyebar link tentang Situs Gunung Padang yang saya baca di arsipindonesia.com

Saya tahu web itu dari Bella, dan ternyata isinya banyak yang bagus. Selain tentang Gunung Padang, mungkin kalian bisa juga baca yang ini:

image

Dari judulnya aja, kayaknya udah agak berat, ya? Hehe. Antara berat dan nggak, sih, sebenarnya. Itu kisah tentang Aidit (kalau kalian masih ingat pelajaran sejarah, atau bahkan suka, pasti nggak asing sama nama ini), yang pernah berpidato soal agama kemudian dicerca, dan sebagainya.

Hanya saja, kadang sesuatu yang disukai itu nggak bisa dipaksakan, ya. Seorang teman saya cinta mati sama biologi dan dia rela memelihara banyak kucing di rumahnya untuk diteliti.

Impian saya juga masih sama, pengin kuliah jurusan sejarah atau arkeologi. Entahlah, kapan terwujud 😛 tapi saya memang ingin sekali.

Semoga suatu hari bisa 🙂

Kalau kamu, lebih suka yang mana? 😛

Posted from WordPress for Android

(Visited 33 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *