#NulisRandom2015

#NulisRandom2015 – Menjadi PNS

Mungkin tema besar dari postingan ini sudah agak basi untuk dibahas. Mengenai pro kontra profesi PNS. Tapi, sebanyak apapun kontra yang muncul, tak bisa dipungkiri bahwa sebanyak itu juga orangtua yang ingin anaknya jadi PNS, agar masa depan aka hari tua bisa terjamin.

Cuma, memang anak-anak sekarang lebih luwes dalam memilih profesi, dan sekarang banyak profesi keren yang menarik minat anak muda, jadi nggak terpaku pada profesi dokter atau pengacara seperti zaman dulu lagi. Bekerja jadi jurnalis media (baik cetak maupun online) pun bisa keren banget zaman sekarang. Gahul. Kantornya bagus. Kenal banyak orang dari banyak kalangan. Asyik. Nggak wajib pakai seragam. Siapa yang nggak tergiur?

Ya, walau media terhitung swasta dan pastinya nggak ada jaminan hari tua (adanya cuma asuransi kesehatan), tapi pekerja media era sekarang memang sudah menjamur juga.

Kembali ke bahasan PNS. Saya melihat status Facebook Uda Sulung tempo hari, isinya kira-kira begini..

image

Kemudian ada beberapa komen dari teman-teman FB Beliau yang bernada pro, dalam artian ‘menyerang’ profesi PNS, tapi beberapa juga ‘membela’ profesi ini. Hingga kemudian Mbok Mandewi muncul karena saya tag. Beliau ini salah satu PNS juga, dan kemudian Mbok Dew merangkum beberapa komen ‘tajam’ itu ke notes Facebooknya sendiri.

image
Iya, buat nulis random juga. Hahaha

image

image
Yang keempat komen saya sendiri, kata MbokDew sengaja dirangkum sebagai pengingat bahwa saya yang tag dia. Hahaha.

Intinya, beberapa orang yang kontra menganggap PNS itu pemalas dan kerjanya cuma main zuma di kantor. Tapi hal yang sebenarnya terjadi, memangnya ngana pikir, PNS nggak punya cobaan dalam bekerja? Saya memang bukan PNS, dan saya membela mereka bukan karena omong kosong. Saya pikir, tiap orang –apapun pekerjaannya, pasti ada saatnya sibuk dan ada saatnya santai. Mengapa takut sibuk? Sudah untung situ masih ditakdirkan punya pekerjaan. Nggak tahu berapa jumlah sarjana nganggur di negara ini? Kalau memang ada PNS yang kelakuannya minus, kan nggak harus dipukul rata semua PNS seperti dia. Profesi apapun, rata-rata punya kok pekerja berkelakuan rada-rada, nggak cuma PNS.

Tapi mungkin karena sudah jadi label, bahwa PNS itu golongan pemalas yang kerjanya main game di kantor plus pulangnya cepat dan nggak pernah lembur pula, orang-orang banyak yang memandang sebelah mata. Padahal kan kita nggak tahu bagaimana mereka di kantor. Nggak mungkin 8 jam kerja main zuma, kan? Ya, kalau memang gitu sih, nggak bakalan selesai pekerjaannya. Dan lagi, tiap orang butuh hiburan dari rutinitas kerja. Selama yang dilakukannya tidak merusak produktivitas kerja, memangnya kenapa? 😛

Sekali lagi, jangan menyamakan semua orang. Ini sama seperti kamu menyamakan seluruh populasi manusia. Manusia yang satu jahat di matamu, manusia lainnya belum tentu.

Dan tiap profesi pasti ada plus minusnya.

Namun PNS hanya salah satu profesi ‘tenar’ di negara ini, yang seringkali jadi bahan obrolan.

Posted from WordPress for Android

(Visited 51 times, 1 visits today)

2 thoughts on “#NulisRandom2015 – Menjadi PNS

  1. Sukaaaaa, pembahasan mput soal pns. Aku juga sering nerima pandangan negatif soal pns (bahkan di grup kan sering tuh dianak-tirikan profesi ini), tapi balik lagi, terkadang yang berkomentar miring itu justru mereka yang sebenarnya ingin masuk tetapi belum diterima.

    Aku kira, apa pun pekerjaannya, yang terpenting adalah menjalaninya. Mau ringan kalau gak enjoy melakoninya ya isinya ngeluh doang. Sama aja kalau berat tapi senang, ya rasanya bakal ringan.

    Kadang ngerasa gak adil dengan pemikiran orang-orang seperti ini. Selain itu, perlu juga dipertanyakan, waktu ada pembukaan cpns, mereka juga ikut ndaftar atau enggak? :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *