Coretan

Selamat Hari Anak Nasional

twitter

Sebelumnya, Selamat Hari Anak Nasional 2015.

Saya belum jadi orangtua, sih, tapi setidaknya saya seorang anak, seorang kakak dari anak lain, seorang adik dari anak lain, seorang teman dari anak lain, seorang sahabat dari anak orang lain, dan lain sebagainya.

Semoga hari anak yang diperingati setiap tahun tak hanya sekadar perayaan dan kata-kata. Semoga dengan semakin bertambahnya hari, banyak orangtua yang sadar untuk menghargai anak-anak mereka. Karena sesuai teori basi yang sudah sering kita dengar, anak adalah cerminan orangtuanya sendiri. Mereka yang sekarang dan di masa depan adalah bagaimana orangtua memperlakukannya.

Saya memandangnya seperti hubungan antar personal biasa, walau kata teman saya seharusnya hubungan anak dan orangtua lebih dari itu. Kalau memang lebih dari itu, anak takkan mencari pelarian keluar rumah jika merasa tak senang dengan didikan orangtuanya; seperti halnya ia mencari teman baru ketika tak senang dengan sikap teman lamanya. Sama saja sebenarnya, kalau menurut saya pribadi. Tapi sudah berabad-abad kita dan budaya kita menganggap bahwa orangtua selalu benar, maka anak sudah seperti tak punya hak lagi untuk bicara jika orangtua sudah berkata.

Padahal untuk beberapa hal, seharusnya seorang anak punya hak bicara. Tapi kebanyakan anak tak mendapatkannya, maka setelah dewasa mereka menyadari bahwa mereka tak pernah sebahagia itu di dalam rumah.

Jadi, semoga dengan perayaan seperti ini, para orangtua belajar banyak. Belajar untuk menghargai cita-cita anak, belajar menghargai passion anak, belajar untuk tidak memaksakan kehendak sendiri, belajar untuk tidak membanding-bandingkan anak dengan anak lain –walau itu saudara kandungnya sendiri (actually, tidak ada orang yang suka dibanding-bandingkan di muka bumi ini), belajar untuk percaya pada anak-anak, belajar untuk menjadi teman anak-anak (bukan atasan), belajar untuk tidak membully fisik anak sendiri, belajarlah menerima kami sebagaimana adanya. Sejujurnya, semua anak hanya butuh itu.

Saya dibesarkan dalam dua didikan yang berbeda jauh. Ayah saya seorang yang menerima saya sebagaimana adanya dari saya kecil. Sekurus dan segendut apapun, secantik dan sekucel apapun, di matanya saya adalah seorang Putri. Maka seumur hidup saya, hingga beliau tutup usia dua tahun lalu, saya selalu menganggap beliau seorang Raja. Saya akan melakukan apapun yang saya pikir akan membuat beliau senang. Saya belajar walau saya pemalas, saya berusaha jadi anak nomor satu di kelas walau saya tidak suka itu, agar beliau bahagia (di saat anak-anak lain dipaksa untuk jadi yang paling pintar dengan bimbel sana-sini, tapi mereka mengeluh karena itu paksaan).

Sedangkan ibu saya tak begitu. Bukannya apa-apa, tapi memang didikan keduanya berbeda. Itulah alasannya mengapa saya dekat sekali (dan memang paling dekat) dengan ayah saya.

Banyak orang yang melarang anaknya melakukan ini dan itu, melarang anaknya pergi terlalu jauh dari rumah, hanya agar si anak tetap stay. Tapi sebenarnya, anak tak perlu ditahan untuk tetap tinggal. Rumah yang membebaskan anaknya, adalah tempat anak itu akan selalu kembali pulang. Sebaliknya, rumah yang menahan-nahan akan menjadi tempat yang paling ingin ditinggalkan.

Ayah saya adalah orang yang sangat jarang tertawa di depan orang lain, sehingga orang-orang mengira beliau adalah ayah yang keras. Tapi sebaliknya, di depan saya beliau bisa tertawa terbahak-bahak ketika menceritakan sesuatu. Beliau tidak galak sama sekali. Dan saya tidak terkurung aturan apa-apa; saya bebas pulang kapan saja asal memberitahu beliau, berbeda dengan ibu saya yang punya jam malam. Karena itu, saya lebih senang meminta izin ayah saya jika ingin keluar, dan ketika kepala keluarga sudah berkata iya, seisi rumah tidak ada yang bisa menentang. Jadi, di hari anak ini, tepat 2 tahun setelah beliau tiada, saya hanya ingin bilang bahwa beliau itu ayah yang keren.

Sekali lagi, selamat hari anak nasional.

Bukan cuma anak yang harus menghargai, orangtua juga. Kita tak bisa mengharapkan dihargai jika tak menghargai.

Itu saja.

Sekian postingan sok tahu ini 😛

(Visited 34 times, 1 visits today)

1 thought on “Selamat Hari Anak Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *