Coretan

Wake Me up When September Ends

Image from here

Wake me up when September Ends, lagu ini dan lagu September Ceria-nya Vina Panduwinata sering jadi soundtrack awal bulan September tiap tahunnya. Saya juga nggak tahu mengapa menjadikan judul lagu ini sebagai judul postingan, mungkin karena kalimatnya lucu aja.

Postingan ini pun sebenarnya belum jelas mau bahas apa. Cuma tadi saya kepikiran pengin flashback hal-hal yang sudah terjadi di tahun ini, sampai dengan bulan September di hari pertama (hari ini).

Tahun ini saya pindah kerja ke kantor baru, tempat yang sangat menyenangkan. Saya bertemu banyak orang kreatif, gila, dan sangat menikmati hidup 😛 Mereka bukannya nggak punya beban, tapi bersama mereka saya bisa tertawa setiap hari –seolah masalah tak pernah benar-benar ada. Pekerjaan kami bukannya santai-santai, tapi mengerjakannya bersama-sama terasa lebih ringan 😀 Beda, deh, sama kerja tim di tempat lain.

Tahun ini juga –ralat, sampai September ini, saya kurang banyak membaca buku. Hanya separuh dari tantangan membaca saya yang sudah terpenuhi per tanggal 1 September 2015. Kalau Goodreads bisa ngomong, mungkin saya akan diomelin karena jadi ‘malas’ baca begini. Padahal buku-buku sudah antre untuk dibaca satu per satu. Sebab kebiasaan menimbun buku nggak pernah hilang, malah lanjut terus 😛

Kemudian ada apa lagi, ya 😛 Saya jadi jarang menulis fiksi. Belakangan saya belajar lagi untuk menulis artikel, karena tuntutan pekerjaan. Saya sudah menulis dan menerbitkan beberapa tulisan di web official kantor, tapi malah belum berhasil menuntaskan satu outline pun, padahal kemarin-kemarin sudah jatuh bangun riset sana-sini.

Saya bertemu banyak orang baru, dan sepertinya akan kehilangan beberapa teman lama. Dalam hidup, kita memang tidak bisa menyenangkan semua orang. Ketika saya menemukan seorang pendengar yang baik, barangkali saya harus membayarnya dengan beberapa ketidaksukaan teman-teman lama, untuk kemudian memilih akan berjarak dengan siapa. Tapi saya ini tipe orang yang butuh sekali didengarkan, dibujukin, lalu ketawa bareng lagi. Maka sekarang saya tahu harus bagaimana.

Sampai hari ini pun, saya merasa bahwa saya masih diri yang sama dengan yang dulu. Yah, walau sekarang lebih lebar dikit sih. Hahaha! Tapi saya paling tidak suka ada orang yang mengatur saya harus hidup seperti apa, bergaul dengan siapa saja, melakukan apa. Apa yang akan saya lakukan, katakan, jalani, sepenuhnya masih di tangan saya sendiri –setidaknya semenjak Alm. ayah saya meninggal beberapa tahun lalu. Saya merasa sudah pantas memilih jalan hidup sendiri, makanya tidak begitu suka diatur. Semakin diatur malah akan semakin menjauh. Saya bisa menjauh pelan-pelan dari hal-hal yang dipaksakan seseorang untuk saya.

Sampai hari ini, saya masih orang yang sama; perempuan keras kepala, tapi kadang juga manja. Ketika seseorang bisa menghadapi sikap utama saya dengan baik, maka dia pasti bisa menghadapi saya sepenuhnya.

Oh iya! Selamat datang September 🙂 Saya takkan minta dibangunkan, kok!

Karena saya tidak akan tidur selama September. Tetap ceria! Ahahahaha.

(Visited 35 times, 1 visits today)

4 thoughts on “Wake Me up When September Ends

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *