Coretan

Your Words Have Power

Gambar dari sini

Seperti yang pernah saya tuliskan di postingan tentang Hari Anak Nasional 2015, bahwa saya memang belum menjadi orangtua, tapi saya sendiri adalah seorang anak dan kerabat dari anak-anak lainnya.

Saya memang belum jadi orangtua, tapi sumpah saya sangat tidak suka melihat orang-orang mengata-ngatai anaknya dengan kalimat yang saya rasa tidak sepantasnya diucapkan kerabat dekat si anak. Kalimat-kalimat itu mungkin seperti (maaf)..

“Dasar anak bodoh!”
“Heh, gendut!”
“Nyusahin aja kamu jadi anak!”
“Nggak usah sekolah aja kamu mending, daripada nyusahin!”

Ada banget kejadian-kejadian seperti itu di dunia ini.

Padahal jika boleh mengulang sebuah kalimat sinis yang mungkin ada benarnya, padahal anak-anak itu tak pernah minta dilahirkan. Saya merasa, mengapa sebagian orangtua menganggap anak sebagai beban, padahal kalau nggak mau/nggak siap, mereka bisa memilih untuk nggak punya anak saja, ketimbang harus ‘menyiksa’ anak-anak itu, baik dengan perkataan maupun perbuatan.

Bahkan untuk seorang anak kecil, kalimat sesingkat apapun bisa membunuh semangat dan mimpi-mimpinya. Lebih menyakitkan mungkin, jika kalimat itu keluar dari orang-orang yang ia sayangi. Padahal nggak ada salahnya, para orangtua mengucapkan kata-kata bernada positif untuk mendukung mereka. Kalau memang lagi kesal, bukankah sebaiknya diam ketimbang mengucapkan yang aneh-aneh?

Mungkin di sini masih jarang terdengar, atau beritanya nggak sehebat di negara-negara Barat sana, bahwa banyak anak depresi lalu bunuh diri karena berbagai tekanan/bully-an dari lingkungan sekitarnya.

Jangan salahkan anak kecil kalau finansialmu jelek, itu bukan urusan mereka. Belum waktunya. Jangan salahkan anak, jika pasanganmu bikin ulah. Jangan limpahkan kemarahan pada anak kecil yang bahkan nggak tahu apa-apa. Orang lain saja mungkin kasihan melihatnya, masa orangtuanya sendiri nggak?

Saya tidak lahir sebagai anak yang cantik atau serba sempurna, tapi tak pernah sekalipun ayah saya mencela. Itu membuat saya merasa baik-baik saja sampai sekarang, padahal kenyataannya saya bukan perempuan tinggi cantik dan blablabla yang cewek banget itu. Tapi ketika ayah saya bilang saya cantik, saya benar-benar merasa bawa saya cantik, peduli setan apa kata orang.

Kata-kata sungguh punya kekuatan sendiri, ternyata šŸ™‚

Postingan hari ini adalah postingan paling sok tahu yang pernah saya buat barangkali, karena saya sendiri belum punya anak. Tapi saya juga nggak mau jadi orangtua yang seperti itu, suatu hari nanti.

Jangan pernah bunuh harapan atau mimpi anak-anak.

Karena harapan/mimpi, mereka bisa sukses.
Karena dua hal itu pula, mereka bisa saja mati.

(Visited 41 times, 1 visits today)

2 thoughts on “Your Words Have Power

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *