Coretan

Berteman dalam Bisnis

Gambar dari sini

Saya nggak tahu bagaimana awalnya kepikiran untuk menuliskan ini. Tapi, saya rasa memang saya harus menuliskannya. Topik satu ini menggelitik sekali, tentang teman VS bisnis.

Apa hal yang pertama kali terlintas dalam kepalamu ketika berbisnis dengan seorang teman, atau bahkan teman baik? Segala yang terlintas di dalam kepala saya adalah rasa sungkan. Ketika kita menuntut hak dan kewajiban yang sudah seharusnya dituntut pun, terkadang ada rasa tidak enak. Apakah si teman akan berpikir aneh-aneh, berpikir bahwa saya tidak percaya padanya, atau bahkan berpikir bahwa saya ini pelit dan perhitungan.

Tapi memang pepatah rimba yang terdengar basi di zaman sekarang masih ada benarnya; teman adalah teman, bisnis tetap bisnis. Kita tidak bisa menggunakan hati dalam berbisnis, kecuali siap diinjak, kemudian mati.

Karena bisnis adalah masalah uang. Uang adalah pangkal dari seluruh permasalahan hidup. Don’t be naive, banyak di luar sana orang yang rela bunuh-bunuhan karena bisnis, karena uang, kata psikolog saya suatu hari. Saya seketika merasa seperti orang bodoh, mungkin dia ada benarnya juga. Saya termasuk orang yang suka menggunakan hati, termasuk dalam berbisnis. Tapi ternyata, kita tak bisa memberikan kebaikan hati kita pada semua orang. Bahkan yang sudah menjadi teman baik pun harus tetap kita seleksi terlebih dulu.

Jika saya menghargai seseorang dalam bisnis, karena ia seorang teman, kemudian ia melakukan hal yang sama, maka saya tak akan jadi perhitungan. Tapi ketika saya menawarkan keramahan hati, namun merasa hak saya diinjak-injak, saya juga memilih tegas walau terpaksa. Kalau kata pepatah gaul karangan anak abege yang kemarin ini beredar di media sosial, sih: baiknya gue jangan ditanya, jahatnya gue boleh dicoba.

Ternyata dunia ini memang rumit sekali. Ketika kita menjalin hubungan baik dengan seseorang dalam ruang pertemanan, kita belum tentu bisa melakukan hal yang sama dalam ruang bisnis. Ada batas-batas yang tak bisa disamakan, dan kadang memaksa kita bertindak tegas, atau terpojok selamanya.

Demikianlah racauan malam ini. Semoga kita tetap dapat berteman dan berbisnis dengan sehat ke depannya -bersama siapa pun itu. 🙂

(Visited 92 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *