Gambar dari sini

Tadinya ingin memberi judul ‘Cewek Cantik itu Seperti Apa?’ tapi saya lebih nyaman dengan kata ‘perempuan’ ketimbang ‘cewek’ yang konotasinya (dalam kepala saya) lebih lekat kepada dedek-dedek gemesh yang masih haha-hihi di bangku sekolah.

Mungkin intinya sama saja, hanya penyebutannya yang berbeda. Sebab saya menganggap bahwa ‘perempuan’ adalah kata yang lebih matang dan dewasa. Lalu kalimat seperti di judul inilah yang kerap menjadi perdebatan beberapa teman saya yang lelaki. Perempuan cantik itu seperti apa?

Ada yang bilang, yang cantik itu perempuan berkacamata, sebab ia akan tampak pintar. Ada juga yang bilang, perempuan cantik adalah yang suka membaca, sebab pengetahuannya akan luas, jadi dia tidak hanya mengandalkan kecantikan fisiknya.

Apa pun itu, saya sebagai perempuan merasa, kriteria tersebut sedikit tidak adil. Sebab berkacamata adalah takdir. Mengapa? Sebab tak semua manusia matanya minus, atau katakanlah –bermasalah. Dan lagi, berkacamata itu tidak enak. Siapa yang pernah berpikir berkacamata itu enak? Cobalah. Saya melihat selama belasan tahun, Ibu saya risih mengenakan kacamata minus tiganya. Saya tidak tahu rasanya, sampai belakangan saya juga mengenakan kacamata minus kecil ketika membaca atau bekerja di depan PC. Sebentar saja rasanya menyiksa, tapi akan lebih pusing jika tidak digunakan. Serba salah, ya? 😛

Sedangkan untuk membaca, saya harus akui bahwa perempuan cerdas itu pasti menarik, sebab lelaki cerdas juga menarik buat saya. Tapi agak kejam meletakkan ‘suka membaca’ di kriteria cantik, sebab membaca adalah hobi, dan hobi tiap orang berbeda-beda.

Lalu bagaimana kesimpulannya?

Kalau menurut saya sebagai perempuan, cantik adalah ketika kita menjadi diri sendiri, tidak mencoba menjadi orang lain yang kita anggap cantik, atau menjadi orang lain demi memenuhi tuntutan selera dari orang yang kita suka. Setiap perempuan itu cantik sebenarnya, hanya saja terkadang beberapa di antara mereka suka memanipulasi diri, mengenakan ini dan itu, memalsukan ini dan itu, agar dilirik lelaki.

Manusia menciptakan make-up di dunia ini agar kita bisa membuat sebuah mahakarya dengan wajah sendiri. Jadi, gunakan secukupnya. Bukankah make-up yang terlalu berlebihan pun tidak baik? Akan tampak aneh seketika.

Tidak pernah ada Barbie dalam dunia nyata. Kalau pun ada, itu adalah hasil ‘modifikasi’ sana sini. Cantik, tapi palsu.

Dan sebagai perempuan, kita bisa memilih untuk menjadi cantik yang asli atau yang palsu.

Saya rasa, kita semua cukup bijak untuk itu.

(Visited 91 times, 1 visits today)

2 Thoughts to “Perempuan Cantik itu Seperti Apa?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *