Coretan

Mengapa Hidup Saya Hampir Tak Pernah Sepi

Hehe. Judul ini kayaknya kepedean banget, ya. Tapi memang bener, sih. Terkadang saya pikir hidup saya agak sepi, sebab saya nggak punya adik atau kakak seperti orang-orang lain. Tapi kadang saya juga mikir, itu sama saja. Mereka yang punya saudara pun belum tentu merasa ramai. Semua kembali kepada cara hidup masing-masing. Jadi, mengapa hidup saya hampir tak pernah sepi? Hmm…

1. Saya punya teman-teman yang se-passion

image
Muka penjahat semua! Penjahat cinta! Hahaha

Ketika ada mereka, saya tahu bahwa ‘hobi aneh’ dan yang kerap diremehkan orangtua ini juga menjadi hobi banyak orang. Ketika kamu masih usia sekolah kemudian bilang bahwa hobimu menulis, dan ingin jadi pengarang, maka saya berani bertaruh sebagian besar orangtua akan mengerutkan kening, kemudian bertanya, “mau jadi apa hidupmu nanti?”

Kalau sekarang sih, saya bakalan jawab, “menulis bisa membuat orang menjadi banyak hal, termasuk jurnalis yang bisa liputan sampai ke luar negeri!” Sebab saya bukan anak sekolahan lagi, saya sudah punya banyak stok jawaban pintar. Haha. 😛

2. Saya punya mantan yang keren
Mengapa keren? Bukan, bukan masalah tampang. Tapi karena beliau punya buanyaaakk sekali fans. Walau fansnya dedek-dedek ABG yang masih super kepo, sih.

Tapi di sanalah letaknya keriuhan hidup saya. Beberapa tahun berlalu dan sepertinya sosok saya masih tenar di kalangan dedek-dedeknya. Bahkan kemarin saya buka instagram pribadi, dan masih ada dedeknya yang request followers. Saya tersanjung, lho, ini. Karena dia terlalu ‘keren’ dan terkenal, saya kena imbasnya. Padahal saya cuma cewek biasa-biasa saja yang kebetulan pernah jadi pacarnya. Dan padahal, saya hampir lupa pernah pacaran sama dia. Hahaha. Oops.

Oh, dan ini, kalau masalah tampang, sih, banyak lelaki saya yang lebih ganteng. #WOY

Tidak perlu saya cantumkan fotonya, nanti kamu naksir terus ikut stalking saya, kan repot.

3. Saya punya teman komunitas

image

Harus saya akui, walau saya lebih suka individual, tapi saya tipe orang yang masih senang main dengan komunitas. Bersama teman-teman komunitas, saya belajar berorganisasi, membuat event, me-manage orang lain, dan sebagainya. Saya senang karenanya, sebab saya suka hal baru.

4. Saya punya teman main

image

Mereka ini bisa dibilang teman kantor yang lama, dan kebetulan sama semua gilanya, jadi cocok dan masih berinteraksi walau sudah terpisah jarak untuk bekerja di perusahaan-perusahaan lain. Setiap beberapa bulan sekali, kami selalu berkumpul untuk sekadar kongkow bareng atau merayakan ulang tahun salah satu di antara kami.

Selain mereka, saya punya beberapa teman dekat yang saya kenal dari dunia maya. Kata siapa dunia maya itu negatif, buktinya saya masih bisa menemukan banyak orang baik di dalamnya.

5. Saya punya teman kantor

image

Semua orang bisa punya kantor, tapi tak semua orang bisa punya teman di kantor. Saya termasuk beruntung sebab memiliki teman-teman yang ramai dan riuh di tempat kerja, sehingga saya tak pernah merasa sendirian.

6. Ketika saya sendirian dan merasa tidak punya siapa-siapa dan ketika teman yang lain jauh, tenang, saya masih punya…
Owl. Hamster lucu pecicilan yang suka gigit kandangnya sendiri. Dia gendut dan suka sekali kuaci merk Hamster Gold. Melihatnya bermain di dalam kandang membuat saya geli, kadang-kadang. Hehe. 😛

Dan ini poin paling penting. Dari sekian banyak alasan mengapa hidup saya ramai, mengapa saya tak punya alasan untuk bunuh diri, sebab saya anak seorang superhero. Psst, saya hanya mengatakannya pada kalian. Jangan bilang siapa-siapa 😛 ayah saya seorang superhero, dan anak superhero tak pernah dididik jadi pengecut. Jadi, tetap semangat walau hidup terkadang bangsat juga.

Kalau kata perempuansore, menulislah dan jangan bunuh diri!

Posted from WordPress for Android

(Visited 69 times, 1 visits today)

4 thoughts on “Mengapa Hidup Saya Hampir Tak Pernah Sepi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *