Coretan

Sebab Tak ada Kesempurnaan yang Sempurna

Gambar dari sini

Entah mengapa saya memilih judul ini untuk sebuah postingan. Sebenarnya juga saya harusnya menulis postingan ini beberapa waktu yang lalu, tapi batal terus karena banyaknya aktivitas lain. Terus sekarang pas beneran mau nulis, jadi agak lupa apa yang mau disampaikan. Hahaha.

Mungkin ini efek beberapa hari lalu ngobrolin kasus M yang masih heboh itu di kantor. Karena ayahnya bicara di publik, semua teman saya berkomentar, “sepertinya ayah mbak M ini bukan orang sembarangan juga. Kelihatan, sih.”

Saya bilang, “beruntunglah (dalam tanda petik) almarhumah Mbak itu, beliau punya keluarga yang mampu dan peduli sehingga kasus ini pasti akan dilanjutkan hingga tersangkanya dihukum berat. Padahal pasti ada banyak kasus serupa yang nggak diusut karena keluarganya nggak megang –bahasa gahulnya.”

Teman-teman saya manggut-manggut. Tapi kemudian saya berpikir sendiri. Memang tak ada hidup yang sempurna.

Punya materi, bahagia, ada aja orang yang ingin mencelakakan kita. Punya banyak teman baik, bahagia, tapi kadang materi pas-pasan. Mungkin karena itu pula manusia sering mengatakan bahwa hidup adalah pilihan, sebab pada akhirnya kita memang akan memilih atau diharuskan memilih. Kita tak bisa memiliki semuanya dalam waktu yang sama. Semesta barangkali memang seadil itu adanya.

Saya kemudian berkaca pada diri saya sendiri beberapa tahun lalu, ketika saya memulai segalanya dari nol. Mungkin sekarang juga (masih) siapalah saya, kalau dibanding perempuan ibukota lainnya. Tapi setidaknya, kehidupan saya sudah lebih stabil. Saya anak manja yang dulu apa-apa disediakan ayahnya, sekarang mulai bisa membayar semua dengan penghasilan sendiri. Pekerjaan saya biasa saja, tapi saya senang karenanya. Tidak ada kesempurnaan yang sempurna, yang ada hanya rasa syukur kita, rasa tahu diri kita, sebagai manusia, kata saya pada seorang teman suatu hari. Ketika itu ia sedang menceritakan rencana jangka panjangnya, rencana yang harus dibangun dari nol –seperti saya dulu.

Susah memang, tak ada kehidupan yang mudah. Ini bukan FTV atau novel roman picisan, eh? 😛 Jadi jangan pernah bermimpi bahwa hidup itu mudah.

Hidup sejatinya tak pernah mudah, Kisanak.

Dan masih, tak ada kesempurnaan yang benar-benar sempurna. Jangan percaya apa yang dilihat mata kita, terhadap kehidupan orang lain. 😛

(Visited 48 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *