Screenshot_2016-02-08-15-33-24
Tampilan depan, ketika aplikasi dibuka

Sebenarnya, saya bukan tipe orang yang senang baca cerita via e-book atau buku digital, tapi ketika iJakarta (@iJakarta_apps di Twitter) muncul dan menjadi perbincangan hangat di kalangan para blogger buku, mau tak mau saya jadi ikut penasaran. Dulu, pertama kali aplikasi ini diluncurkan, saya sempat mengunduhnya via ponsel pintar. Tapi satu-satunya kelemahan iJak adalah tidak bisa di-zoom, dan ini diskriminasi berat bagi pengguna ponsel yang layarnya di bawah 6 inchi seperti saya. Saat itu saya berpikir, tim iJak ini harus tahu, bahwa masih ada milyaran orang yang tidak menggunakan ponsel berlayar raksasa atau bahkan tablet dan IPad, jadi sebaiknya harus ada fitur zoom.

Karena kesal, akhirnya saya memutuskan untuk uninstall lagi. Nah, beberapa waktu belakangan, saya kembali mendengar tentang iJak, kabarnya di update terbarunya, iJak sudah bisa di-zoom. Walau itu tidak menjamin baca ebook di ponsel nggak bikin sakit mata, tapi setidaknya sudah ada kemajuan baru, bahwa tulisan-tulisan yang super kecil itu bisa diperbesar. Sebab saya jujur tidak sanggup membaca satu novel ratusan halaman dengan layar normal seukuran ponsel 4 inchi. Saya masih sayang mata sendiri 😛

Daftar buku di halaman depan, masih acak. Tapi kamu bisa memilih berdasarkan kategori juga, kok!
Daftar buku di halaman depan, masih acak. Tapi kamu bisa memilih berdasarkan kategori juga, kok!

Dan akhirnya, setelah mencoba iJak versi terbaru, saya bisa menyimpulkan bahwa penggunaan iJak ini cukup sederhana. Mengenai koleksi bukunya, saya tidak bisa bicara banyak. Yang jelas, sementara ini kebanyakan adalah buku-buku di bawah naungan Gramedia Pustaka Utama dan lini-lininya yang tak bisa disebutkan satu per satu. Buku saya juga ada di sana, udah sempat ngintip.

Batas pinjamnya kalau tidak salah 3 atau 4 hari, setelah lewat masa pinjam, buku akan menghilang dari rak buku kalian, dan untuk membacanya, kalian harus meminjam lagi. Tapi, ada tapinya, kalau ketika kalian ingin meminjam lagi tapi bukunya sedang dibaca orang lain, maka ada pilihan antre. Artinya, kalian masuk antrean bersama orang-orang lain di luar sana, yang juga tertarik meminjam buku yang sama.

Profil saya di iJak
Profil saya di iJak

Secara umum, sistem membaca buku di iJak sama dengan sistem membaca buku di perpustakan sungguhan, tapi bedanya nggak ada kartu member. Karena bentuknya aplikasi, kalian diharuskan daftar menggunakan email, atau via Facebook masing-masing. Nantinya, iJak akan menampilkan profil FB kalian sebagai profil iJak.

Baru-baru ini saya hanya membaca buku anak-anak yang notabene adalah cerita bergambar, atau kumpulan cerita pendek. Sejujurnya, belum ada satu novel pun yang saya tamatkan via iJak. Mungkin saya masih butuh adaptasi lagi dengan membaca gaya baru ini. Yang jelas, iJak memang bukan tempat membaca yang utama bagi saya. Tujuan saya mampir ke iJak, biasanya mencari buku yang jauh berbeda dari buku-buku yang sering saya baca –ya misalnya buku anak-anak tadi, biasanya saya anggap sebagai penyegaran sebelum lanjut bagi baca novel.

Contoh rak buku, ini buku yang sedang masa peminjaman. Ketika lewat 3 atau 4 hari, akan hilang dengan sendirinya.
Contoh rak buku, ini buku yang sedang masa peminjaman. Ketika lewat 3 atau 4 hari, akan hilang dengan sendirinya.
notifikasi
Notifikasi. Ketika kamu antre di suatu buku, dan bukunya tersedia, kamu juga akan mendapat notif! Wow.

Buku anak-anak yang banyak gambar biasanya enak dibaca, tapi saya merasa sayang kalau membelinya sekarang. Pertama, karena memang belum punya anak. Kedua, sempit cyin di kamar buku udah padat banget tumpukannya. Hahaha. Jadilah iJak sebagai tempat membaca yang asyik buat saya. Dan ketika saya ingin mencari referensi buku, saya juga kerap scroll iJak. Misal ketika naksir buku A, tapi masih ragu bagus atau tidak, sesuai selera atau tidak –sementara ulasan orang belum ada yang memuaskan hati, maka saya berusaha mencarinya di iJak terlebih dulu sebelum memutuskan benar-benar membeli versi fisik.

Salah satu buku anak yang saya baca hari ini. Hihi.
Salah satu buku anak yang saya baca hari ini. Hihi.

Demikianlah adanya. Semoga ke depannya fitur iJak akan semakin ciamik, tanpa memberatkan aplikasinya. Oh iya, ternyata iJak juga ada versi desktop buat kamu yang mungkin ponselnya tidak terlalu betah dengan banyak aplikasi, bisa mencoba versi ini. Cuma kekurangannya, ya harus online laptop atau PC demi mengaksesnya. Hihi.

Dan kenapa ulasan ini tidak saya tempatkan di blog buku? Ya, karena lagi pengin aja mengisi web sendiri. *lho* *bukan jawaban*

 

(Visited 345 times, 1 visits today)

3 Thoughts to “iJak: Cara Baru Membaca Ebook”

  1. Akupun udh uninstall aplikasi ini mba.. -_-. Jujur aja aku msh ttp cinta baca buku lgs yg berbentuk buku drpd baca dr aplikasi. Beda rasa senengnya :D. Aku suka nyium wangi lembaran kertas.. Kalo aplikasi selain mata cepet capek, ga bisa diciun juga lembarannya :p

    1. Dicium hapenya, mbak (?) *LHA

      Hahaha. Apps kayak gini sebenarnya bermanfaat kalau lagi jauh dari buku sih. Misalnya dinas di luar kota tp lupa bawa bacaan, ya untuk bacaan semalam dua malam masih enak. Haha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *