Tentang Menulis

Bookshow #HilangnyaMaryam – 20 Maret 2016

Publish your dream! – @nulisbuku

Pada 20 Maret kemarin, saya dan tim #HilangnyaMaryam kembali merayakan antologi kami. Setelah Januari lalu mengadakan launching, entah kenapa kami berpikiran untuk berkumpul sekali lagi saja sebelum beralih ke project baru. Acara kali ini dirayakan di Tomyam Kelapa Saung Ibu, tepatnya di kawasan Villa Bintaro Indah.

Panitia tiba di lokasi sekitar pukul 1 siang, dan langsung disuguhkan Tomyam kelapa andalan mereka. Makanan Thailand ini mampu mereka sajikan dalam bentuk yang berbeda dari biasanya. Pilihannya pun beragam, mulai dari Tomyam Kelapa yang seafood, ayam, spesial, dan sebagainya. Selain itu, jika kamu bukan penyuka tomyam, kamu juga bisa memesan Kwetiaw Kungpau atau Mie Goreng khas mereka, yang rasanya nggak kalah ciamik.

Acara sesi pertama dimulai dengan ngobrol ikrib bareng Kak Dy Lunaly, seorang penulis muda sekaligus ilustrator, yang membantu membuat ke-12 sketsa (plus cover) di dalam buku Hilangnya Maryam dan Perkara-Perkara Lain. Menurut Kak Dy, sketsa favoritnya adalah sketsa Hitam dan Nila. Sebab kedua sketsa itu membuat Kak Dy merasa puas setelah selesai mengerjakannya.

 

Dan awalnya juga, pengerjaan sketsa-sketsa tersebut dilakukan setelah mendapat sinopsis singkat dari ke-12 penulis yang ada. Jadi, semua sketsa memang menyesuaikan dengan gambar dan cerita yang ada sebelumnya. Selain itu, jika ada sketsa yang kurang sesuai dengan keinginan penulis, mereka berhak untuk meminta revisi. Nah, untuk mencegah hal ini, Kak Dy punya kiat tersendiri! Biasanya, beliau akan membuat corat-coret kasar, kemudian memberikannya kepada para penulis untuk dinilai aspek apa saja yang kurang, atau sudah pas. Sehingga, bisa meminimalisir revisi ke depannya.

Selama acara juga ada meja bookswap, lho! Jadi, pengunjung yang membawa buku-buku mereka, bisa menukarkannya langsung di lokasi. Acara bookswap ini disponsori secara khusus oleh Fiksi Metropop! Wah, kebayang nggak sih, sebanyak apa buku keren di atas meja swap?

Bahkan saya juga mendapatkan harta karun di meja swap

Setelah sesi 1 selesai, acara dilanjutkan dengan sesi 2 bersama Kak Pring, seorang penulis sekaligus editor di Penerbit Exchange. Pada sesi ini, Kak Pring membahas mengenai editing dan penokohan. Nah, hal yang cukup penting dan sering kita lewatkan ketika mengirimkan naskah, juga dibahas lho oleh Kak Pring!

  • Selama ini kita mengira bahwa editor mengedit EYD, padahal bukan. Editor mengedit apakah kalimat sudah sesuai atau belum, menilai paragraf demi paragraf, dan sebagainya. Sedangkan EYD adalah tanggungjawab proofreader.
  • Ketika mengirimkan naskah, yang terpenting adalah halaman-halaman awal, sebab halaman inilah yang menentukan apakah naskahmu akan diterima atau ditolak oleh editor.
  • Selain halaman awal, yang juga tidak kalah pentingnya adalah bab terakhir. Sebabnya, ketika editor dan pihak penerbit menyukai naskahmu, mereka juga pasti ingin tahu bagaimana akhirnya.
  • Ketika naskah dinilai masih belum layak terbit, biasanya akan disertakan catatan-catatan untuk memperbaikinya, sebelum akhirnya dikembalikan kembali ke tangan penulis.
  • Tips membuat kalimat pembuka yang baik: Teknik membuka cerita, yang pertama adalah pernyataan. Buat sebuah pernyataan penting, yang membuat pembacamu penasaran!
  • Tips kedua, buatlah dialog yang kuat dan menggambarkan karakternya. Ini juga bisa lho membuat pembaca penasaran.
  • Kak Pring juga menambahkan satu kalimat ampuh: “Tidak pernah ada karya yang buruk. Yang ada hanyalah penulis yang buruk.” Nah! Jadi, sudahkah kamu menulis dengan baik selama ini? 😀

Setelah sesi 2 selesai, maka selesai juga serangkaian acara 20 Maret kemarin. Tapi sebelum pulang, para pengunjung yang datang ternyata masih betah duduk berlama-lama untuk sekadar ngobrol mengenai dunia blogger, penulisan novel, bersama beberapa panitia serta narasumber yang hadir. Dan ngobrol nggak afdol rasanya kalau nggak ngemil!

Ada Kue Cubit Genit yang menemani obrolan kami sore itu 🙂

Dan sama seperti acara sebelumnya, setiap kali ada perayaan #HilangnyaMaryam pasti ada pemenang livetweet, dong! Pemenang livetweet kali inimendapat 1 eks Novel O Karya Eka Kurniawan dan ber-ttd! Siapa ya, pemenangnya? Bisa dicek selengkapnya tentang laporan acara di sini.

Atas terselenggaranya acara ini, panitia sepenuhnya mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada:

  1. Tomyam Kelapa Saung Ibu
  2. Kue Cubit Genit
  3. Uluwala
  4. Fiksi Metropop
  5. Line Book Shop

Kira-kira apa, ya, yang akan menjadi project selanjutnya? Dan tentunya kami panitia terus ingin mengadakan acara-acara menarik lainnya untuk mendukung dunia literasi! Jadi, tunggu aja, ya! 😛 *main rahasia-rahasiaan*

Yang nggak boleh ketinggalan! Selfie Panitia 😛 (Kiri-kanan: Danis Syamra, Ratna Rara, Unidzalika (belakang), Sulung Lahitani (Belakang), saya sendiri, dan Mandewi)
(Visited 72 times, 1 visits today)

1 thought on “Bookshow #HilangnyaMaryam – 20 Maret 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *