Coretan

Mengapa Saya Menyukai Orang-orang yang Berpikiran Positif

Saya punya cukup banyak kenalan, tapi hanya sedikit yang kemudian bisa dekat dan membuat saya betah. Sebenarnya, bukan karena saya pemilih teman, atau tak sudi berteman dengan sembarang orang. Saya tak mengapa berteman dengan siapa pun selama ia adalah orang yang baik –bahkan bejat juga tak apa, selama ia tak menyeret-nyeret saya ke dalam masalah. Buat saya, semua orang layak dijadikan teman. Bedanya, ada teman yang memberimu efek positif, ada yang datar dan biasa saja, ada yang kadang tidak baik untuk kesehatan.

Tipe orang-orang yang saya suka adalah mereka yang memberikan saya dampak positif, tentu saja. Mereka yang kadang bisa membuat saya memandang hidup dari sisi yang lebih baik, belajar lebih sabar (walau susah sekali karena watak dasar saya memang keras, turunan ayah saya katanya), lebih bersemangat mengerjakan atau mencapai sesuatu, berusaha menghadapi banyak hal dengan tawa saja, menahan komentar jika memang tak tahu apa-apa, dan sederet hal baik lainnya. Saya suka orang yang hidupnya membawa kebaikan untuk orang lain.

Dan sebaliknya, saya merasa hidup yang sudah susah ini akan lebih menyebalkan jika dihadapi dengan cara negatif. Memandang sinis hidup hanya akan membuatmu cepat mati –itu juga kalau masuk surga, katanya. Kalau ngambang di alam baka, atau malah jadi penunggu makam, kan lebih enak hidup toh? Dan katanya apa yang kita hasilkan adalah apa yang kita usahakan/pikirkan. Ketika kita selalu berpikiran jelek, kemungkinan besar ya hasilnya jelek. Sebab kita sudah tidak bersemangat dari awal.

Saya juga tidak ingin bilang bahwa hidup saya sudah seratus persen bahagia. Tak ada manusia yang tidak punya masalah. Kita naif jika berpikiran seperti itu. Tapi setidaknya, saya yakin bahwa saya selalu mencoba sesuatu yang lebih baik. Saya berusaha menjauhkan diri saya sendiri dari orang-orang yang sepertinya akan memusingkan dan menyeret saya ke dalam masalah. Saya lebih banyak mendekatkan diri pada mereka yang bersemangat menghadapi hidup. Sebab dengan adanya mereka, setidaknya saya tertawa beberapa kali dalam sehari –demi kesehatan jiwa juga.

Jadi, jika kita tidak berteman dekat, jangan anggap saya sombong atau tak ingin. Mungkin kamu tak cukup positif dan membuat saya tertawa, hingga saya akhirnya jenuh sendiri.

Di sisi lain, saya juga tak menyukai drama sama sekali. Ahelah, pikir saya suatu hari, di umur segini drama rasanya sudah so last year. Biarlah dedek-dedek abege seantero negeri yang memang waktunya alay yang berbuat demikian. Kita yang udah tuak-tuak ini nggak usah. Berusahalah memandang segala hal dengan kalem. Tapi satu hal yang tak pernah bisa saya tahan adalah berkomentar. Saya selalu berusaha menahan diri untuk tidak berkomentar atau ngasih panggung kepada para stupid people yang berkeliaran di dunia maya —mengemis perhatian dari sekitarnya, ayo liat gue! Ayo liat gue! And make me famous, please, please!

Sungguh saya benci.

Dan barangkali benar kata Mas Eka Kurniawan, bahwa yang paling sulit ditahan dari dunia maya ini adalah berkomentar. Kadang kita tak ingin berkomentar, tapi akan selalu ada orang-orang yang ‘memaksa’ orang lain membukakan panggung untuknya, kemudian berlaku bodoh di atas panggung tersebut, hanya agar lebih banyak mata penonton tertuju padanya.

Padahal, menurut saya, sebagai makhluk paling mulia di dunia ini, manusia bisa menggunakan cara yang lebih pintar untuk bisa dikenal. Cara basinya, berprestasi. Cara gampangnya, menghibur dan membuat orang lain tertawa.

Tapi sebagian dari mereka masih menggunakan cara tolol: mencari masalah dengan orang lain, melebarkan masalahnya, kemudian berharap jutaan mata menatap. Dan itu membuat saya agak tidak suka. Itulah hal yang selama beberapa tahun belakangan ini ingin sekali saya hindari.

Sungguh. Punya teman-teman yang positif dan selalu ceria itu lebih baik untuk kesehatan jiwa raga.

Semoga ke depannya saya bisa menahan diri untuk tidak ikut memberi panggung bagi orang kebelet tenar di dunia maya. Semoga kita semua tidak menjadi orang yang seperti itu.

Oh, dapat salam dari teman-teman alien saya! *nemplok di UFO*

(Visited 43 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *