Coretan

Tabungan Emas Pegadaian, Demi Masa Depan Lebih Baik

IMG_20160608_101312

Beneran, ini bukan buzzer! Hahaha. Sama-sekali bukan iklan. Tapi barusan saya mencoba membuka rekening tabungan emas di Pegadaian, karena sejujurnya saya perempuan boros dan agak sulit menabung sesuatu. Beberapa teman saya sudah mencobanya terlebih dahulu, kemudian menyarankan saya mencobanya juga. Jadi, tadi saya mencoba ke beberapa Pegadaian. Mengapa beberapa? Sebab tidak semua Pegadaian bisa mencetak buku tabungannya. Sebaiknya, kamu mencoba ke cabang pegadaian yang kantornya agak besar. Kalau daerah Kedoya, saya ke cabang Meruya di Jl. Srengseng. Di sana, kamu bisa menunggu buku tabunganmu dibuat. Tidak lama, hanya 10-15 menit. Sebaliknya, jika kamu ‘nyasar’ di cabang kecil, kamu tetap bisa mendaftar, tapi buku tabungan tak bisa langsung cetak di hari yang sama. Kamu harus kembali 1 atau 2 hari setelahnya untuk mengambil buku tabungan.

Keuntungannya, selain prosedur yang gampang, dana awalnya juga terjangkau untuk banyak kalangan. Coba, kalau menabung dengan dana pembukaan sekian ratus ribu atau sekian juta, biasanya masih banyak yang berpikir ulang. Tapi ini hanya dengan biaya administrasi Rp 5.000,- saja. Setoran pertama minimal sesuai dengan harga 0.01gram emas ketika kamu mulai membuka tabungan. Tadi, barusan saja, harganya sekitar Rp 5.600,- jadi itulah nilai nominal yang harus saya bayar. Di beberapa cabang, diwajibkan membayar biaya tahunan di depan, biayanya sebesar Rp 30.000 tapi di cabang Meruya tadi tidak. Katanya nanti saja menjelang akhir tahun.

Kemudian saya juga sempat menanyakan beberapa detailnya, semoga berguna buat kamu yang punya rencana buka tabungan juga:

IMG_20160608_091046
silakan klik untuk memperbesar
  • Tidak ada kewajiban setoran bulanan. Menabung berapa saja diperbolehkan, tapi minimal sesuai harga 0.01 gram emas saat itu (saat kamu menyetor)
  • Tabungan bisa dicairkan menjadi dana ketika sudah terkumpul 1 gram (sekitar Rp 500.000)
  • Tabungan bisa dicarikan menjadi batangan emas ketika sudah terkumpul 5 gram (sekitar Rp 2.500.000 tapi fleksibel, bisa berubah sesuai harga emas ketika kamu mencairkannya)
  • Ketika kamu mencairkan tabungan menjadi batangan emas, ada biaya cetak emas. 5 gram dipatok sekitar Rp 113.000
  • Pencairan hanya bisa dilakukan di Pegadaian tempat kamu membuka tabungan emas (bukan di cabang lain)
  • Tapi penyetoran tabungan boleh dilakukan di Pegadaian mana saja. Serta tidak bisa menyetorkannya lewat tempat lain termasuk transfer Bank. Padahal saya berharap ada fasilitas ini sehingga saya bisa menabung dari jauh, tak perlu ke cabang Pegadaian tiap bulan
  • Print buku tabungan hanya bisa dilakukan di Pegadaian yang lebih besar dan punya printernya (sebab banyak juga yang tidak punya, dan ini agak menjadi kendala sih)
  • Selain tabungan emas, investasi logam mulia ternyata ada juga dalam bentul cicil emas dan beli emas (cash).

Cicil emas cukup menggiurkan jika kamu punya dana bulanan yang rutin. Sebenarnya, prinsipnya kurang lebih sama dengan cicil barang menggunakan kartu kredit (ini menurut saya, sih. Selama cicilan 0% ya. Hahaha). Jadi, harga emas antam misalnya Rp 2.600.000 maka Pegadaian akan menjual pada masyarakat sekitar Rp. 2.700.000 karena ditambah biaya margin blablabla, saya lupa namanya.

Nah mengapa saya bilang menggiurkan? Sebab kamu diperbolehkan mencicilnya per bulan jika tidak punya dana sebanyak itu secara cash. Ada pilihan 3, 6, dan 12 bulan. Prinsipnya lagi-lagi sama dengan cicilan lain. Semakin sedikit bulannya, tentu semakin besar nominal cicilan. Saya tadi sempat menanyakan hal ini ke mbak-mbak Pegadaiannya. Dan penjelasannya cukup rinci. Walau informasi ini memang bisa dilihat langsung di web resmi Pegadaian, tapi tidak ada salahnya bertanya jika kurang paham. Sebab informasi seperti ini seringkali terasa rumit bagi beberapa orang dan memang harus dijelaskan face to face apalagi untuk orang-orang yang tidak menyukai perhitungan seperti saya.

Kembali ke investasi logam mulia. Untuk cicilan, minimal uang mukanya adalah 20% dari harga total. Jika estimasi harga emasnya masih seperti di atas, maka untuk semua cicilan (baik 3,6, maupun 12 bulan) wajib memberikan uang muka sebesar Rp 563.000 🙂

Agak buram ya. Iya, saya tremor sesaat
Agak buram ya. Iya, saya tremor sesaat

Kemudian, emasnya baru bisa diambil ketika cicilan selesai. Dan pembayaran cicilan ini wajib tiap bulannya. Jadi, lebih kuat sifatnya ketimbang tabungan emas yang saya buka tadi. Di tabungan emas, sistemnya lebih bebas. Saya juga ingin mencoba yang cicil logam mulia, tapi mungkin nanti saja 😀 Entah kenapa, saya ingin tahu sejauh dan sebaik apa pelayanan Pegadaian sebelum melanjutkan ke layanan-layanan lain. Sebab, tadi ketika pertama kali masuk dan melakukan transaksi pun, saya sempat tercengang dengan beberapa hal:

  • Mungkin karena Pegadaian dirancang berbeda dengan Bank, jadi pelayanannya sedikit berbeda. Ketika masuk, yang ada hanya loket-loket biasa, bukan meja-kursi Customer Service seperti di Bank pada umumnya
  • Saya kemudian langsung diberikan formulir tanpa dijelaskan rincian tentang layanan yang saya pilih terlebih dahulu. Perbandingannya dengan pelayanan Bank (karena selama ini saya nasabah Bank), biasanya ditanyakan apa kita sudah paham tentang layanan yang bersangkutan, dan biasanya pasti ada penjelasan singkat agar nasabah lebih yakin
  • Mbaknya lalu beranjak lagi ke belakang loket dan melayani pelanggan lain, usai menjelaskan bagian mana yang harus diisi
  • Kemudian saya diminta membeli materai di luar. Ini salah satu minus Pegadaian di mata saya sebagai nasabah baru. Biasanya yang saya tahu, di mana-mana materai disediakan dan kita tinggal membayarnya langsung di tempat

Setelah terheran-heran dengan hal itu, saya kemudian diminta menunggu. Saya duduk selama kurang lebih 10 menit menunggu buku tabungan emas saya selesai dicetak. Ketika itulah saya melihat..

IMG_20160608_100238

..prinsip yang sama dengan di beberapa supermarket/pusat perbelanjaan, tentunya. Dan walau saya tidak ditawari pulsa, saya tak ingin ambil pusing dan berurusan lebih panjang. Hahaha. Kasir supermarket saja sering lupa. Dan saya juga tak keberatan dengan ini. Buat saya sih lupa senyum lebih berbahaya ketimbang lupa menawarkan pulsa. Sebab muka jutek bikin kita tak betah untuk berbelanja, membayarnya, apalagi buka tabungan emas. Ini alasannya mengapa saya tidak jadi kasir, muka saya jutek dari lahir.

Dan demikianlah pengalaman pertama saya masuk salah satu cabang Pegadaian dan membuka peluang masa depan yang lebih cerah dengan investasi emas segede upil. Gimana ya, buat rakyat jelata yang penghasilannya biasa saja, dan orangnya agak boros seperti saya, bisa buka tabungan emas dengan nominal buka yang terjangkau memang sungguh membuat mata berbinar. Wush. Daon terbang.

Buku tabungan
Buku tabungan
(Visited 4,066 times, 11 visits today)

13 thoughts on “Tabungan Emas Pegadaian, Demi Masa Depan Lebih Baik

  1. Asyik juga ya, nggak terlalu mengingat harus sekian dan rutin. Cuma ya itu minusnya belum maksimal di semua cabang. Jadi jarak masih jadi kendala di era yang serba digital ini. Iya, namanya juga bukan bank, jadi wajar juga sih.

  2. Sejauh ini gimana mbak pelayanan pegadaian? Apakah anda terpuaskan atau ada kekecewaan lagi? Saya berencana buka tabungan emas juga

  3. Hi putri, thanks for sharing ya! Saya juga baru buka rekening ini di pegadaian purwokerto, menurut saya secara psikologis lebih membuat keingingan menabung menjadi lebih kuat karena:

    1. Angka yang tercetak dibuku tabungan kecil2 spt 0.1 gram dst…memberikan efek psikologis ingin selalu meningkatkan angka2 kecil ini, dibandingkan melihat angka2 besar dalam jutaan seperti di tabungan konvensional.

    2. Dari sejak kecil sampai saya punya 2 anak kecil, harga emas blm pernah sejarahnya ngedrop spt harga kendaraan bermotor.

    3. Sulitnya melakukan penarikan karena ngga ada kartu atmnya, berarti menurunkan keinginan tarik tunai menjadi 0% hehe..

    4. Rasa aman di hati meningkat karena pegadaian adalah badan resmi milik negara.

    5. Tabungan di masa pensiun, tentu saja…mengingat saya bukan karyawan yang ngga akan pernah punya uang pensiun 😀

    Begitu aja kira2 saya ikut sharingnya, salam kenal putri 🙂

  4. Artikelnya bagus, Mbak ! Saya juga sedang menabung emas di Pegadaian 😁

    Cuma saya ada pertanyaan nih, tadi saya baca di artikel mbak begini

    “Tabungan bisa dicarikan menjadi batangan emas ketika sudah terkumpul 5 gram (sekitar Rp 2.500.000 tapi fleksibel, bisa berubah sesual harga emas ketika kamu mencairkannya)”

    Maksudnya apa yah mbak? Saat ini saldo saya yang tertera di buku tabungan adalah 6.5276 gram, apakah berarti saldo tersebut tidak fixed / tetap dan bisa berubah saat pencairan sesuai dengan harga emas terakhir?

    Mohon pencerahanya, Mbak 😂😁

    1. Jadi, kan harga emas berubah tiap saat, mas. Mungkin saldo tertera adalah jumlah gram (sesuai jumlah uang juga tentunya) di hari terakhir mas datang ke pegadaian. Tapi kalau hari ini harga emas turun, jadi dengan uang segitu mas bisa punya emas lebih banyak. Sebaliknya kalau harga emas naik, duit mas kan ttp segitu, tapi perhitungan gramnya jadi lebih sedikit. Yang saya tangkap dr penjelasan mbak pegadaiannya begitu sih. Makanya pas mau mencairkan, usahain pas harga emas lg pas. Jadi kita gak rugi.

      1. Makasih balasanya, Mbak.

        Iya sih, saya sependapat kalau saldo saya itu adalah saldo ketika terakhir saya ke Pegadaian, soalnya saya sering jumlahin saldo emas 2 transaksi sebelumnya dengan jumlah pembelian saya terakhir dan hasilnya pas, yang bikin beda emang jumlah pembelian karna harga emas selalu fluktuatif.

        Yang saya bingung, seandainya saya punya 6.5276 gram di buku tabungan pada tanggal 5 Juni, lantas kemudian harga emas naik drastis di tanggal 10 Juni, apakah saldo saya tetap 6.5276 sesuai yg tertera di buku atau apakah turun-naik?

        Piye mbak 😂

        1. Kalo tabungan emas, kita nabungnya emas mbak dan bukan rupiah.
          Jadi kalo mbak mau jual emasnya tinggal dikalikan saja jumlah gram di tabungan mbak dengan harga beli di pegadaian (informasi harganyanya ada di website).

          Ini sama ya mbak dengan kalo beli LM di Antam jadi ada harga jual dan harga beli.
          jadi kalo mbak beli emas dan langsung jual lagi di hari yang sama ya sudah pasti rugi karena kan harga beli selalu lebih rendah dari harga jual.

          Tabungan emas ini harus untuk janka panjang karena untuk jangka pendek pasti rugi karena ada perbedaan harga jual dan harga beli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *