Coretan

Emosi Pasangan Tak Terkontrol? Waspada Borderline Personality Disorder! Pastikan Kamu Mengenali 7 Gejalanya*

2016-09-23-13-26-40-bpd2
Gambar dari sini

Menjalin hubungan serius dengan seseorang mau tak mau mengharuskan kita untuk mengenali sosoknya dengan lebih baik –bahkan lebih dari apa yang dikenal oleh teman-teman sekitarnya. Biasanya, sifat asli seseorang akan lebih terlihat ketika mereka berada di antara orang-orang terdekat, mulai dari sifat yang baik maupun kebiasaan jelek yang kadang mungkin menjengkelkan. Tapi tidak jarang pula, kita menemukan orang yang memiliki perubahan sikap begitu drastis dan cepat, sehingga berpengaruh kepada hubungan atau relasinya dengan orang lain. Perubahan sikap ini bisa jadi berupa gampang marah, cemas, depresi, dan merasa takut kehilangan seseorang. Jika hanya terjadi sekali dua kali, mungkin kamu akan menganggapnya sebagai gangguan mood biasa, atau yang lebih sering dikenal dengan istilah moody, RulaWoman. Tapi waspada jika hal ini terjadi berkali-kali pada pasanganmu, dan secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap hubungan kalian, sebab mungkin saja itu adalah gejala Borderline Personality Disorder!

Borderline Personality Disorder atau Gangguan Kepribadian Ambang

Borderline Personality Disorder secara garis besar merupakan sebuah gangguan di mana seseorang memiliki ketidakstabilan dalam bersikap maupun mengontrol emosinya sendiri. Di luar negeri, terutama di Amerika, gangguan Borderline Personality Disorder ini menjadi masalah yang cukup serius, dan disebutkan juga bahwa penderitanya sebagian besar adalah perempuan muda! Gangguan semacam ini menyebabkan emosi yang meluap dan kadang tidak bisa lagi dikendalikan, sehingga penderitanya akan kerap merasa cemas, takut kehilangan, marah, dan sebagainya. Bahkan bukan tidak mungkin bahwa penderita Borderline Personality Disorder bisa nekat melakukan hal-hal yang ekstrem seperti melukai diri sendiri, hingga bunuh diri.

Penyebab Borderline Personality Disorder

Pada beberapa kasus, Borderline Personality Disorder disebabkan oleh pengalaman seseorang akan kekerasan seksual yang pernah dialaminya, tapi tidak semua gangguan Borderline Personality Disorder benar-benar disebabkan oleh kekerasan, RulaWoman. Sebab ada hal lainnya yang juga bisa menjadi sebab utama gangguan ini; misalnya ditelantarkan oleh orang terdekat, korban perceraian, dan sebagainya.

 

Terus, gimana sih gejala seorang penderita gangguan Borderline Personality Disorder?

  1. Suasana hati yang tidak pernah stabil dalam waktu singkat

Penderita gangguan Borderline Personality Disorder ini kerap memiliki suasana hati yang gampang berubah, dan tidak pernah stabil. Biasanya perubahan tersebut terjadi dalam waktu singkat –dalam hitungan hari, bahkan beberapa jam saja.

  1. Takut akan kehilangan dan perasaan cemas yang berlebihan

Selain itu, penderita Borderline Personality Disorder biasanya merupakan orang yang takut kehilangan orang yang mereka cintai. Mereka memiliki ketakutan besar akan ditinggalkan atau tak dipedulikan, sehingga menyebabkan rasa cemas yang berlebihan atau malah lebih parahnya menjadi posesif terhadap pasangannya.

  1. Perilaku yang di luar batas kewajaran

Kamu juga sebaiknya mulai curiga jika pasangan atau temanmu kerap melakukan hal-hal di luar batas kewajaran, RulaWoman. Biasanya, penderita Borderline Personality Disorder ini bisa melakukan hal-hal ekstrem seperti mengonsumsi alkohol berlebihan, hingga menyakiti dirinya sendiri dan orang lain. Mereka juga kadang bisa tiba-tiba menyakiti seseorang secara fisik jika merasa emosi.

  1. Berisiko untuk menyakiti diri sendiri, hingga bunuh diri

Berkaitan dengan poin di atas, penderita Borderline Personality Disorder ini juga rentan untuk menyiksa diri jika merasa diabaikan oleh orang lain –terutama pasangan, dan orang-orang yang mereka cintai. Bahkan tidak jarang ada kecenderungan serta keinginan untuk bunuh diri. Sebaiknya, jangan menganggap remeh ancaman mereka untuk bunuh diri, RulaWoman, sebab bukan tidak mungkin bahwa mereka akan nekat melakukannya!

  1.  Mudah tersulut amarah

Amarah mereka gampang sekali tersulut bahkan oleh hal paling kecil sekalipun. Ada masa-masa di mana mereka tidak akan membiarkan pasangannya pergi walau sebentar, sebab merasakan ketakutan-ketakutan yang mungkin bagi orang lain dianggap tak beralasan. Jika keinginan-keinginan tersebut tidak mereka dapatkan, maka amarah demi amarah akan lebih mudah meluap.

  1. Kadang tak percaya kepada diri mereka sendiri

Para penderita Borderline Personality Disorder seringkali merasa ‘kosong’ dalam dirinya, dan pada beberapa kesempatan mereka bahkan bisa berubah menjadi orang yang sangat tidak percaya diri, menganggap dirinya buruk dan tidak pantas bagi orang sekitarnya.

  1.   Memiliki masalah serius dalam relasinya dengan orang lain

Penderita Borderline Personality Disorder juga kerap kali memiliki masalah sangat serius dalam relasinya dengan orang lain. Karena emosi yang tak terkendali dan mudah marah, atau bahkan terlalu takut secara berlebihan, mereka sering terlibat pertengkaran dan adu argument dengan orang-orang terdekatnya. Tapi setelah melakukan hal-hal tersebut, bukan tidak mungkin mereka berubah drastis kemudian minta maaf atas apa yang telah kalian lalui sebelumnya, RulaWoman. Perilaku yang tak stabil secara umum inilah, yang sering menjadi sebab perdebatan mereka dengan orang sekitar.

Mengatasi Gangguan Borderline Personality Disorder

Biasanya gangguan ini bisa diatasi dengan terapi obat, terutama obat-obat antidepresan yang bisa mengurangi kecemasan dan mentralkan mood seseorang. Selain itu juga biasanya diadakan psikoterapi bagi penderita gangguan Borderline Personality Disorder ini. Namun, cara paling sederhana yang bisa kamu lakukan jika berhadapan langsung dengan penderita adalah dengan menjadi pendengar yang baik, karena terapi bicara dan mengungkapkan apa yang mereka rasakan juga bisa menjadi langkah baik untuk mengurangi kecemasan, ketakutan, maupun amarah tersebut, RulaWoman!

Itulah beberapa hal yang bisa kamu perhatikan agar tidak keliru dalam menilai gejala Borderline Personality Disorder, walau bukan berarti kamu harus menjauhi serta membatasi diri jika berhadapan dengan para penderitanya. Sebab, selain obat antidepresan dan terapi-terapi dari dokter, dukungan dari orang terdekat merupakan hal yang tak kalah penting demi kebaikan mereka ke depannya, RulaWoman!

*

*Ditulis untuk RulaWoman

*Alasan menulis artikel ini karena ada teman yang memiliki kenalan dan pernah mengalami hal serupa dalam waktu yang cukup lama dan memasuki tahap mengkhawatirkan. Saya pikir, hal seperti ini kadang perlu untuk diperhatikan juga.

(Visited 54 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *